Objek Wisata Air Terjun Batu Mahasur Pendongkrak PAD Gunung Mas

  • Oleh Hendra
  • 03 Juli 2020 - 18:11 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Mas, Donie mengatakan objek wisata air terjun Batu Mahasur salah satu wisata yang mampu mendongkrak pendapat asli daerah atau PAD. 

"Sebenarnya wisata air terjun Batu Mahasur memiliki potensi sangat bagus, terutama untuk mendongkrak PAD, namun karena wabah pandemi covid-19, terpaksa tempat wisata ditutup sementara dan kemungkinan berimbas pada PAD," ucapnya, Jumat 3 Juli 2020.

PAD tahun 2020 di air terjun Batu Mahasur ditetapkan Rp 50 juta per tahun, tapi karena ada wabah Covid-19,  pemerintah daerah memberi dispensasi atau diturunkan menjadi Rp 35 juta. 

"Padahal sebelum adanya wabah virus ini,  realisasi PAD bulan Januari dan Februari tahun 2020 yang sudah kami kumpulkan sebesar Rp 12 juta lebih. Dan jika wabah ini tidak berimbas pada penutupan objek wisata, mungkin saja PAD yang di dapat bulan berikutnya bisa lebih besar dari itu," katanya. 

Meski tempat wisata ditutup, lanjutnya aktivitas seperti pemeliharaan berbagai fasilitas dan kebersihan di objek wisata air terjun Batu Mahasur tetap dilakukan oleh petugas setiap hari.

"Begitu juga dengan tempat situs budaya lain seperti Betang Toyoi, Betang Tumbang Anoi dan Betang Tumbang Korik,  meski ditutup, tetap dibersihkan oleh juru pelihara yang ditugaskan pada masing-masing betang," ujarnya. 

Dia menambahkan untuk mendukung salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas yaitu Smart Tourism, maka pihaknya telah merancang beberapa agenda ke depan. 

"Kami akan membuat program pembinaan kelompok sadar wisata di berbagai tempat. Program itu sudah mulai dirancang dengan tujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat agar lebih berkompetensi terkait kepariwisataan," tuturnya. (HENDRA/B-6)

Berita Terbaru