Sri Mulyani cs Luncurkan Buku Soal Menghadapi Perlambatan Ekonomi

  • Oleh Teras.id
  • 04 Juli 2020 - 20:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia meluncurkan buku Terobosan Menghadapi Perlambatan Ekonomi secara virtual, Sabtu, 4 Juli 2020. Buku itu ditulis Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mari Elka Pangestu, Faisal Basri, M Ikhsan, Lana Soelistianingsih, Madderemmeng A. Panennungi, Jossy P Moeis, I Gede Dewa Karma, Wisana, Titik Anas, Surjadi, Fauziah Zen, dan I Kadek D Sutrisna Artha.

"Dalam buku ini saya menuliskan tantangan sebagai pimpinan atau sebagai pembuat kebijakan terutama dalam lingkungan yang sangat banyak berubah, adalah berbagai pilihan-pilihan dan judgement yang harus dibuat," kata Sri Mulyani dalam peluncuran buku virtual Sabtu.

Dia menuturkan sebagai pembuat kebijakan dan apalagi dalam situasi seperti sekarang ini Covid-19, sering tidak dihadapkan pada kemewahan dalam mendesain kebijakan dalam suasana yang tenang.

Sri Mulyani mengatakan pilihan kebijakan itu sering bertentangan dengan banyak sekali tujuan. Menurutnya, sebagai pengelola kebijakan, dia melihat masyarakat yang memiliki banyak harapan.

"Banyak sekali yang diharapkan masyarakat dan itu terartikulasikan melalui berbagai macam. Apakah dari sisi partai politik, ataukah dari sisi media, dari sisi para aktivis, NGO, dan lain-lain. Itu semua terartikulasikan. Dan kita policy maker mendengar itu," ujarnya.

Adapun buku tersebut diluncurkan sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke-80 ekonom senior Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Sri Mulyani menuturkan Dorodjatun adalah salah satu sosok yang terpenting saat Indonesia membuat kebijakan.

"Karena kalau kita bicara membuat policy secara text book itu mudah. Tapi the political economy itu adalah the esensi bagaimana sebuah policy bisa diletakkkan di dalam konteks political economy yang kemudian bisa berjalan. Ini adalah hal yang sangat penting dalam Pak Djatun sering memberikan pelajaran kepada kita yang muda-muda," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga menuturkan dalam konteks perekonomian Indonesia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN memiliki peran yang sangat penting. Dia mengamati APBM merupakan salah satu esensi yang sangat penting dan hampir identik dengan jatuh-bangunnya Indonesia dari masa ke masa.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru