Penonton Rhoma Irama di Bogor Cemas Akan Jalani Rapid Test

  • Oleh Teras.id
  • 04 Juli 2020 - 22:20 WIB

TEMPO.CO, Bogor - Wacana Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melakukan rapid test bagi penonton pentas Rhoma Irama di Desa Cibunian, Pamijahan membuat warga setempat cemas.

Faridz Ma’ruf, 34 tahun, mengatakan pelaksanaan rapid test akan membuat warga tidak nyaman. Karena warga setempat mengklaim di desa mereka aman tanpa adanya satu warga pun yang tertular.

“Lagian yang hadir warga Pamijahannya hanya sebagian. Kebanyakan dari luar,” kata Faridz kepada Tempo, melalui sambungan telepon, Sabtu 4 Juli 2020.

Faridz mengatakan terjadinya kerumunan karena penampilan Rhoma Irama pun, menjadi bukti kurang tegasnya Pemkab Bogor. Sehingga dia menyebut pemanggilan penyelenggara dan munculnya wacana rapid test, dinilai terlambat. Sebab, jika mau menegakkan aturan tentang PSBB harusnya Pemkab yang sudah mengetahui akan hal ini meminta petugas membubarkan acara jika terlihat adanya pelanggaran.

“Ini malahan waktu acara beberapa petugas yang ada pun diam saja. Terus acaranya tidak hanya di Minggu, Sabtunya pun ada acara wayang golek,” kata dia.

Sehingga dengan kondisi itu, Faridz berharap rapid test juga diterapkan untuk semua petugas yang hadir. Ia juga pesimis Tim Gugus Tugas akan mampu melakukan rapid test secara keseluruhan penonton yang hadir.

“Pertama siapa saja yang hadir, kan mereka tidak tahu. Kedua, sampai saat ini belum ada tuh rapid test,” ucap Faridz.

Hal senada diucapkan Aktivis Lembaga Pengamat Kebijakan Pemerintah desa setempat, Rahmatullah. Ia menyebut selain akan hanya membuat gaduh dan cemas masyarakat, rapid test dinilai hanya akan membuang-buang anggaran.

“Ini untuk menghemat aja. Kalau ada yang terindikasi, baru dah tuh ditracing. Kalau tidak mah ngapain, cuma buang-buang anggaran aja,” kata Rahmat.

Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan IV Kabupaten Bogor yang meliputi Kecamatan Pamijahan dan merupakan warga setempat, Usep Syaefulloh, mengatakan sejak awal sudah meminta tim gugus untuk melakukan rapid test. Alasannya sebagai upaya mitigasi awal, pencegahan dan penularan Covid-19 di Desa Cibunian khususnya dan umumnya di Kecamatan Pamijahan yang masuk dalam daftar zona merah.

“Jangan takabur, kita ajukan rapid kan semata-mata untuk melindungi warga juga. Kita kan gak tahu, apalagi saat ini banyak kasus Covid yang berasal dari orang tanpa gejala,” kata Usep.

Informasi yang Usep peroleh menyatakan rapid test akan digelar Selasa, pekan depan. Selain itu ia meminta agar Ketua Gugus Tugas untuk mengevaluasi kinerja camat dan Polsek setempat atas terselenggaranya acara pentas Rhoma Irama tersebut.

Sebelumnya Bupati Bogor, Ade Yasin, mengaku geram dengan terlaksananya kegiatan tersebut. Padahal sejak awal sudah diperingatkan untuk dibatalkan dan dijadwalkan ulang. Ade pun menyerahkan kejadian pentas Rhoma Irama tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses hukum.

Senada, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menyebut sudah memanggil penyelenggara dan orang-orang yang berkaitan untuk diperiksa. Lalu untuk para penonton wajib menjalani rapid test.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru