6 Orang Kontak Erat Bidan Dirawat di Samarinda Reaktif

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 05 Juli 2020 - 19:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Enam dari 19 orang yang menjalani rapid test Covid-19 hasilnya reaktif. Mereka sebelumnya kontak erat dari Nyonya M, seorang bidan pasien positif Covid-19 Kabupaten Barito Timur yang kini dirawat di Samarinda Kalimantan Timur.

"Kontak erat yang dirapid test 19 orang. Ada keluarga, guru TK dan masyarakat yang kontak dengan Nyonya M. Yang reaktif 6 orang semua keluarga dekatnya, tapi tanpa gejala" ungkap Kepala UPTD Puskesmas Ampah, Nelwan, Minggu 5 Juli 2020.

Usai menjalani rapid test di Pustu Wakatitir, mereka yang dinyatakan reaktif diwajibkan melakukan isolasi mandiri.

"Kami sudah koordinasi dan minta bantuan dari RT setempat untuk ikut melakukan pengawasan selama isolasi mandiri sambil menunggu jadwal pemeriksaan swab dari rumah sakit," imbuhnya.

Nelwan menjelaskan, Nyonya M yang bekerja sebagai bidan Puskemas Unsum dan berdomisili di Wakatitir Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah tersebut tidak pernah meminta izin kepada dirinya untuk melakukan perjalanan ke Samarinda saat menjalani isolasi mandiri.


"Saya selaku Kepala Puskesmas Ampah tidak pernah memberi izin, bahkan saya menyampaikan bahwa sebagai nakes yang bersangkutan harus mematuhi protokol kesehatan dan menjadi contoh dengan tidak keluar rumah," tegasnya.

Diketahui, Nyonya M harus dirawat di Samarinda karena saat hasil swab testnya dinyatakan positif Covid-19, yang bersangkutan sedang melakukan perjalanan ke Samarinda padahal seharusnya menjalani isolasi mandiri di Barito Timur.

Kini Kecamatan Dusun Tengah menjadi penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 Kabupaten Barito timur dengan jumlah total 14 kasus.

Sedangkan kumulatif kasus positif Covid-19 Kabupaten Barito Timur hingga hari ini total berjumlah 22 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang masih dalam perawatan, 10 orang telah sembuh dan 1 orang meninggal dunia. (BOLE MALO/B-5) 

Berita Terbaru