Dinas TPHP Kobar Siap Penuhi Sarana Prasarana Petani untuk Meningkatkan Produktivitas

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 05 Juli 2020 - 20:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan atau Dinas TPHP Kobar siap mendukung sepenuhnya baik untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi para petani, sebagai upaya meningkatkan produktivitas petani dalam menghasilkan pangan daerah.

"Dalam rangka menjaga kemanan pangan daerah ditengah pandemi Covid-19, Dinas TPHP Kobar siap mendukung pemenuhan sarpras dan upaya - upaya lain untuk meningkatkan produktivitas para petani di Kobar," kata Kepala Dinas TPHP Kobar Kamaludin, Minggu, 5 Juli 2020.

Hal tersebut diungkapkannya, atas arahan pemerintah pusat saat dalam rangka menjaga keamanan pangan daerah di masa pandemi Covid-19, melalui web seminar (webinar) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pengembangan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kemendagri belum lama ini.

Secara umum disampaikan dalam webiner, bahwa krisis pangan di depan mata, dampak pandemi Covid - 19 telah memicu krisis pangan dunia. Krisis pangan diperkirakan dimulai pada Mei-Juni 2020. Karena itu masing-masing negara harus menjaga kelancaran rantai pasokan makanannya.

Selanjutnya, kewaspadaan terhadap krisis pangan ini juga harus semakin ditingkatkan mengingat sudah masuk ke musim kemarau. BMKG telah memperingatkan bahwa musim kemarau berpotensi lebih kering tahun ini, kekeringan ekstrim di wilayah penghasil tanaman akan menghambat produktivitas pangan.


BMKG menyatakan perlu upaya mitigasi dan adaptasi oleh sektor pertanian, perkebunan, ketahanan pangan, sumber daya air dan kesehatan sebagai antisipasi, sehingga untuk menghadapi krisis kekeringan di masa Pandemi Covid - 19 ini, pemerintah mengarahkan untuk memperkuat ketahanan air untuk ketahanan pangan.

"Ditengah masa Pandemi Covid-19 ini, kita diminta menstabilkan ketersediaan pasokan pangan dan dengan harga pangan yang terjangkau. Hal ini bertujuan untuk kelancaran distribusi kemampuan daya beli, terciptanya keselarasan regulasi, keterpaduan data dan kemampuan anggaran adalah strategi yang akan menunjang ketersediaan pangan stabil," ungkapnya.

Pemerintah pusat meminta, agar daerah dapat memanfaatkan peluang ketahanan pangan daerah. Penggunaan e-pasar sebagai start up, dukungan pemerintah dalam menyediakan bantuan dan insentif bagi pemenuhan sarana dan prasarana pertanian daerah, lalu jaringan pangan modern yang dapat diintegrasikan dengan jaringan tradisional, untuk memperkuat sistem pasokan pangan serta kerjasama antar daerah yang berkonsep.

Bahkan, kerjasama antar daerah juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menangani ketersediaan pangan, terutama bagi daerah yang produktivitasnya bergantung dari luar. Dengan kerjasama yang stabil diharapkan simbiosis yang baik pula bagi keduabelah pihak atau lebih. 

“Meningkatkan kemampuan teknologi digital dalam produksi dan distribusi pangan, dan yang pasti meningkatkan kemandirian masing-masing wilayah melalui penguatan cadangan pangan pemerintah daerah serta peningkatan kerjasama antar daerah dalam pemenuhan pasokan pangan. Itu poin penting yang diharapkan mampu menunjang ketersediaan pangan daerah" tambahnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru