Cara Memeriksa Antibodi untuk Pengetesan COVID-19

  • Oleh Teras.id
  • 06 Juli 2020 - 05:30 WIB

TEMPO.COJakarta - Banyak masyarakat yang sudah memahami untuk mencegah virus menyerang tubuh harus memiliki sistem imun yang kuat. Namun, banyak yang belum paham seperti apa sistem imun bekerja di dalam tubuh.

Dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, spesialis patologi klinik Primaya Hospital Bekasi Timur memberikan penjelasan detail terkait cara kerja sistem imun di dalam tubuh. Di dalam tubuh manusia terdapat sistem pertahanan untuk melindungi diri dari berbagai benda asing. Benda asing tersebut biasanya bersifat patogen atau mikroorganisme parasit. Sistem pertahanan tubuh tersebut disebut sistem imun.

Menurut Irhamsyah, pada dasarnya sistem imun terdiri dari seluruh sel, jaringan, dan organ yang membentuk sebuah imunitas berupa kekebalan tubuh terhadap infeksi atau suatu penyakit. Terdapat beberapa fungsi dari sistem imun, di antaranya sebagai penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga dapat menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Sistem imun juga dapat mendeteksi adanya sel-sel yang tidak normal, termutasi, atau ganas dan kemudian akan segera menghancurkannya.

Ada banyak molekul kecil di sekitar yang berpotensi masuk ke dalam tubuh. Molekul kecil tersebut bisa menjadi antigen, berupa bakteri, virus, atau bahan kimia tertentu, bila melekat pada protein tubuh. Molekul kecil tersebut bisa berubah menjadi antigen yang dikenal dengan istilah hapten.

“Hapten merupakan molekul kecil bagian dari antigen yang dapat mengaktifkan antibodi apabila bergabung dengan pembawa yang memiliki molekul besar, seperti protein,” ujar Irhamsyah.

Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan berfungsi melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B yang diumpamakan sebagai pejuang dalam sistem kekebalan tubuh. Antibodi memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk mengikatkan diri kepada sel-sel musuh, yakni antigen, dan membusukkan struktur biologi antigen hingga menghancurkan antigen tersebut.

“Antibodi akan mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Kemudian, antibodi akan menandai molekul-molekul asing tempat mengikatkan diri sehingga sel pejuang tubuh dapat membedakan molekul asing tersebut sekaligus melumpuhkannya,” ujar Irhamsyah.

Tubuh manusia mampu memproduksi berbagai antibodi yang sesuai dengan musuh (antigen) yang akan dihadapinya. Jika terdapat benda asing yang masuk, maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi benda asing tersebut.

Ada empat jenis antibodi, yaitu immunoglobulin A (IgA), immunoglobulin B (IgB), immunoglobulin M (IgM), dan immunoglobulin G (IgG). Pemeriksaan antibodi IgA biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis gangguan pada sistem imunitas tubuh. Pemeriksaan antibodi IgE dilakukan untuk mendeteksi penyakit alergi dan infeksi parasit.

Lalu, apa itu IgM dan IgG yang digunakan untuk mendeteksi Covid-19 Irhamsyah, mengatakan tubuh akan memproduksi antibodi IgM saat orang pertama kali terinfeksi bakteri atau virus sebagai bentuk pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi.

Berita Terbaru