Formula 1, Bos Mercedes : Hukuman Lewis Hamilton Terlalu Berat

  • Oleh Teras.id
  • 06 Juli 2020 - 08:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Bos Mercedes, Toto Wolff, berpendapat hukuman penalti lima detik untuk pembalapnya, Lewis Hamilton, terlalu keras. Hukuman itu sekaligus membuat Hamilton gagal naik podium pada seri perdana Formula 1 GP Austria.

"Para pengawas selalu berada dalam posisi yang sulit untuk mengambil keputusan yang tepat. Saya pikir hari ini adalah hari yang buruk bagi Lewis dan hari yang buruk bagi tim," kata dia, dikutip dari Motorsport, Ahad, 5 Juli 2020.

Penalti Lewis Hamilton berawal ketika Alexander Albon berjudi dengan mengganti ban soft di periode safety car kedua.

Pergantian itu membuatnya melorot dari posisi tiga ke empat di belakang duet Mercedes; Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton, serta Sergio Perez dari tim Racing Point.

Albon mampu menyalip Perez dan mulai melancarkan serangan untuk Hamilton dengan mencoba menyalipnya sambil memanfaatkan masalah gearbox yang dialami Mercedes.

Hamilton, yang ingin merebut kembali posisinya, menyenggol mobil Albon sehingga pembalap Thailand itu keluar trek dan menyudahi balapan lebih cepat.

Hamilton akhirnya diganjar penalti lima detik sehingga ia turun dari posisi runner-up menjadi keempat. Para pengawas balapan pun menyelidiki insiden itu dan memutuskan bahwa Hamilton bersalah.

Mereka berpendapat seharusnya Hamilton memberi lebih banyak ruang bagi pembalap Thailand itu. Wolff pun membela Hamilton.

"Saya pasti akan mengatakan, dari sudut pandang saya, lima detik terlalu keras. Kami melihat video sekarang beberapa kali," katanya.

Wolff menambahkan bahwa, "Lewis Hamilton memiliki kendali penuh di sudut itu. Albon memiliki sekitar 40 persen trek yang tersisa untuk membuat sudut dan itu berbeda dengan putaran pertama di mana Lewis harus mundur dari Albon yang mencoba mendorong Lewis. Jadi, menurut saya, tidak dibenarkan," sebutnya. (TERAS.ID)

Berita Terbaru