Perusahaan Kernel di Tanah Mas Diduga Beroperasi di Luar Izin

  • Oleh Naco
  • 06 Juli 2020 - 15:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sebuah perusahaan bergerak di bidang industri pengolahan kernel di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur diduga beroperasi di luar izin produksi. Perusahaan tersebut diduga kuat mengolah bahan produksi di luar izin yang diteribkan pemerintah daerah setempat.

Terkait itu, Kabag Ekonomi SDM dan SDA Setda Kotim, Wim RK Benung menegaskan, sesuai izin yang diterbitkan pemkab, perusahaan tersebut mengantongi izin pengolahan kernel pada tahun 2015 lalu. Namun berdasarkan temuan di lapangan, ternyata perusahaan malah menambah produksinya yakni komoditas crude palm oil (CPO).

"Pemerintah daerah hanya terbitkan izin pengolahan kernel beserta fasilitas pendukungnya. Jadi jika ada ekpansi ke kegiatan-kegiatan lain, semestinya harus ada permohonan dan perubahan izin," tegas Wim, Senin, 6 Juli 2020.

Dia mengatakan, perusahaan belum pernah mengajukan surat permohonan ke pemerintah kabupaten terkait perubahan izin. Jadi ada kegiatan lain yang di luar izin pengolah, dipastikan produksi tersebut ilegal alias melanggar aturan.

"Kalau dari sisi peraturan mereka ada sedikit pelanggaran atas izin yang diberikan dari kernel karena ada ekspansi menjadi CPO. Ini menyalahi aturan," tukasnya.

Wim mengatakan, untuk langkah awal pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dinas lingkungan hidup (DLH), PUPR dan DPRD Kotim guna mengungkap pelanggaran yang ditimbulkan perusahaan akibat ekpansi kegiatan di luar izin produksi tersebut.

Bahkan informasinya, DPRD Kotim lintas komisi akan melakukan monitoring ke lapangan untuk mengecek izin dimaksud. (NACO/B-11)

Berita Terbaru