Hasil Swab Negatif, Semua Warga Dikarantina di Mess Desa Dipulangkan

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 06 Juli 2020 - 21:40 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau akhirnya memulangkan semua warga yang selama ini menjalani proses karantina di Isolasi Terpadu Mess Desa Kabupaten Lamandau, Senin 6 Juli 2020.

Warga yang berjumlah 19 orang itu meliputi 4 orang pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dua hari lalu serta 15 orang lainnya adalaj warga yang berdasarkan hasilbtrackinh memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. Kesemuanya diperbolehkan pulang karena hasil swab test-nya terkonfirmasi negatif Covid-19.

Pemulangan semua warga yang menjalani isolasi langsung dipimpin Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamandau H Hendra Lesmana.

Sama halnya dengan warga yang dipulangkan karena telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 sebelum-sebelumnya, 19 orang yang hari ini dipulangkan juga diberi surat keterangan hasil swab test terakhir yang menjelaskan mereka negatif Covid-19, peserta karantina juga diberi bingkisan berupa sembako.

"Meskipun sudah dinyatakan negatif Covid-19 dan resmi kita persilahkan pulang le rumah masing-masing, kami harap semuanya tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dimanapun berada. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati," tutur Hendra.

Dengan telah dipulangkannya semua warga yang menjalani karantina ersebut, maka puluhan Mess Desa yang semula pernah ditempati ratusan orang yang menjalani karantina itu kini telah kosong. 

"Kita berharap tidak ada ada lagi kass positif Covid-19 lagi Lamandau, sehingga tidak perlu lagi ada warga yang di isolasi di sini," harap Hendra. 

Sementara itu, salah satu orang yang selesai di isolasi di mess desa menyatakan terimakasihnya atas perhatian pemerintah daerah terhadap mereka. 

Karena tempat karantina yang disiapkan oleh pemerintah ini cukup nyaman, dan mereka dilayani dengan baik. Bahkan hingga urusan makan pun mereka diberi cukup, 3 kali sehari. Sehingga walaupun belasan hari di dalam tempat karantina, mereka tidak merasa seperti diasingkan. (HENDI NURFALAH/B-5)

Berita Terbaru