Bupati dan Sekda Lamandau Baru Ikut Rapid Test Massal, Hasilnya Non Reaktif

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 08 Juli 2020 - 05:50 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau melakukan rapid test massal dalam tiga hari terakhir. Kegiatan itu berlangsung di Pasar Tradisional Sayur dan Ikan (SAIK) Nanga Bulik. 

Rapid test massal dengan fokus target para pedagang, juru parkir hingga pengunjung pasar tersebut telah dimulai sejak Minggu 5 Juli 2020 dan berakhir Selasa 7 Juli 2020. Alat rapid test yang disiapkan sebanyak 500 buah. 

Seperti pada rapid test massal hari pertama, di hari terakhir juga Bupati Hendra Lesmana memantau jalannya rapid test secara langsung. Kali ini Bupati Hendra Lesmana datang dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lamandau yang baru dilantik Senin 6 Juli 2020 kemarin, Muhamad Irwansyah. 

Tak hanya sebatas memantau, Bupati Hendra Lesmana dan Sekda Muhamad Irwansyah juga ikut sebagai peserta yang menjalani rapid test. Hasilnya, keduanya terkonfirmasi non reaktif.

"Karena alat rapid test-nya masih ada, ya kita ikut saja. Alhamdulillah hasilnya non reaktif," ujar Bupati Hendra usai menjalani rapid test. 

Bupati Hendra Lesmana juga menyebut kedatangannya memantau langsung jalannya rapid test massal itu sebagai bentuk dukungan moril bagi para peserta yang menjalani test. Terlebih, rapid test massal tersebut diadakan dengan tujuan mencegah potensi penyebaran Covid-19 di Lamandau. 

Tak hanya melakukan rapid test di pasar tradisional, rapid test massal yang melibatkan 12 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan RSUD Lamandau itu juga dilakukan dengan menyasar pusat perbelanjaan seperti mini market yang ada di perkotaan. 

"Dari alat rapid test yang kita siapkan sebanyak 500 buah semuanya telah terpakai, Alhamdullah rapid test massal yang kita canangkan mendapat respon positif yang dibuktikan dengan antusiasme yang tinggi," kata Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamandau saat dikonfirmasi Selasa malam. 

Hendra menyebut, dari 500 rapid test 499 orang warga terkonfirmasi non reaktif, sedangkan satu orang warga yang merupakan pengunjung pasar terkonfirmasi reaktif.

"Dari 500 (rapid test) satu orang yang terkonfirmasi reaktif, ia adalah pengunjung pasar yang juga merupakan salahsatu karyawan perusahaan besar swasta (perkebunan kelapa sawit)," kata Hendra Lesmana.

Berita Terbaru