Komisi IV DPRD Kotim Cek Langsung PT SJIM, Begini Temuan di Lapangan

  • Oleh Naco
  • 09 Juli 2020 - 20:35 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur mengecek langsung jalan yang digunakan PT Sinar Jaya Inti Mulia (SJIM) serta pelabuhan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), Kamis, 9 Juli 2020.

Terkait itu, Komisi IV DPRD akan merangkum hasil temuan di lapangan untuk dibawa dalam forum rapat lintas sektor pekan mendatang.

“Apa yang kita catat hari ini jadi bahan untuk rapat selanjutnya di DPRD. Karena kegiatan hari ini tidak lain dari hasil rapat kita yang pertama kemarin, menyikapi laporan masyarakat mengenai keluhan akan penggunaan jalan ini oleh PT SJIM,”kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Dadang H Syamsu.

PT SJIM merupakan salah satu perusahaan di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak inti sawit atau kernel ini awalnya direspon negatif dari warga sekitar. 

Salah satunya terkait kerusakan jalan yang ditimbulkan. Warga pun kemudian mengadu ke DPRD Kotim untuk ditindaklanjuti.

Dadang menambahkan, mereka juga melihat niatan baik dari pihak perusahaan. Di mana jalan yang sebelumnya dikeluhkan mulai diperbaiki perlahan. Kini sudah nyaman dilalui. 

Setelah kunjungan itu, DPRD Kotim akan mengundang kembali Direktur PT SJIM, sebagai pihak yang dianggap bisa mengambil keputusan untuk rapat bersama nantinya. 

Salah satu poinnya, agar jalan Kelurahan Tanah Mas ini bisa ditingkatkan menjadi aspal dibuat dengan konsursium antara PT SJIM dan pemerintah daerah.

Sementara itu, pihaknya juga mengakui masih belum masuk ke ranah legalitas perusahaan.  Kalaupun ada hal-hal yang masih belum sesuai dengan ketentuan peraturan pihak perusahaan, legislator mendorong untuk segera dilakukan penyesuaian.

Sementara itu, Koordinator Humas PT SJIM, Audy Valent menegaskan siap duduk bersama nantinya dengan Komisi IV. Bahkan mereka menyambut baik kedatangan wakil rakyat itu.

Selain itu menurutnya mereka selama ini selalu taat dan patuh dengan aturan. Karena itu sebagai niat awal mereka bekerja.

"Soal legalitas kami tentunya selalu patuh. Kami tidak berani jika bekerja secara ilegal," tandasnya. (NACO/B-11)

Berita Terbaru