Mahasiswa Kritis saat Audiensi dengan Kapolres Kotawaringin Timur

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 09 Juli 2020 - 21:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah mahasiswa perwakilan dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi di Kotim beraudiensi dengan Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Abdoel Harris Jakin. Audiensi yang mengganti rencana aksi demo damai itu berlangsung penuh keakraban. Kendati demikian, mahasiswa tetap kritis.

"Kami sangat berterimakasih kepada mahasiswa yang hadir, karena telah melaksanakan imbauan pemerintah pusat untuk tidak berkumpul di tengah pandemi Covid-19. Ini suatu kehormatan bagi kami," kata Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, Kamis, 09 Juli 2020. 

Dalam audiensi tersebut, ada sesi tanya jawab dari mahasiswa kepada kepolisian. Seperti yang disampaikan Rizwanda Imawan dari BEM Stikip Muhammadiyah Sampit. Di antaranya menuntut polisi mengusut tuntas peredaran narkoba dan miras ilegal di Kotim. 

"Selain itu juga, supremasi hukum di wilayah Kotim tanpa memandang status sosial. Kami juga mendesak Polres Kotim untuk menjaga netralitas dan stabilitas dalam pengamanan Pilkada Serentak 2020," kata Rizwanda.

Juga ada berbagai persoalan lainnya yang menjadi sorotan masyarakat, seperti pelayanan yang diberikan Polres Kotawaringin Timur.

"Kami menerima beberapa masukan dari mahasiswa. Insya Allah yang mereka sampaikan akan jadi perhatian dan catatan kami," kata Harris Jakin. 

Audiensi sendiri dilaksanakan selama sekitar 2 jam. Dan dia berharap audiensi tersebut bisa memberikan keberkahan baik untuk kepolisian maupun maha siswa. 

Dirinya juga meminta kepada mahasiswa agar bisa menjadi penyambung lidah dari pemerintah maupun kepolisian. Terutama dalam menjaga situasi kamtibmas di daerah ini. Sehingga kemananan dan ketentraman masyarakat selalu terjaga. (MUHAMMAD HAMIM/)

Berita Terbaru