Kapolres Kotawaringin Timur Turut Kecam Kekerasan Terhadap Mahasiswa di Pamekasan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 09 Juli 2020 - 22:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Harris Jakin turut mengecam kekerasan yang dialami mahasiswa PMII saat melakukan aksi demo di Pamekasan. Hal tersebut disampaikan Harris Jakin menjawab pertanyaan sejumlah mahasiswa Kotim yang beraudiensi, Kamis, 9 Juli 2020 sore.

"Kami juga turut menyayangkan mahasiswa menjadi korban kekerasan oknum aparat yang mengamankan aksi demonstrasi di Pamekasan," tegas Harris Jakin berdialog dengan perwakilan sejumlah mahasiswa di Kotim.

Hal tersebut juga merupakan jawaban Kapolres Kotim terkait pertanyaan mahasiswa yang menginginkan adanya jaminan kebebasan mengemukakan berpendapat di depan umum.

Terkait itu, dia pun menginstruksikan kepada jajarannya agar mencegah jangan sampai peristiwa serupa terjadi di daerah ini. 

"Di sini ada Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, dan lainnya. Pesan saya, kita tidak ingin kekerasan seperti itu terjadi di daerah ini. Kita juga menjamin adik-adik mahasiswa mengemukakan pendapat selama sesuai aturan," tegas Harris Jakin.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari BEM Stikip Muhammadiyah, Rizwanda Imawan menyampaikan peristiwa yang dialaminya pasca mengalihkan rencana aksi demo damai menjadi audiensi.

"Ada oknum yang menyerang kami di media sosial. Ini cukup mengganggu kami karena bisa memengaruhi pandangan masyarakat. Alasan kami mengalihkan demo menjadi audiensi, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan covid-19. Karena saat in masih pandemi," tegas Rizwanda.

Terkait itu, Kapolres Kotim pun meminta kepada mahasiswa agar berkoordinasi dengan Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan dan Kasat Intelkam, AKP Revin Manggala Putra. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru