Insiden di Kantor Bisa Terjadi, Waspadai 7 Jenis Kecelakaan Kerja

  • Oleh Teras.id
  • 11 Juli 2020 - 15:55 WIB

TEMPO.CO, JAKARTA - Penting sekali untuk tempat kerja perlu memiliki sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Alasannya, selalu ada kemungkinan terjadi kecelakaan di lokasi kerja. Ragam kecelakaan kerja bisa terjadi di berbagai jenis pekerjaan. Ada baiknya Anda mengetahui jenis kecelakaan kerja yang paling sering terjadi, agar Anda bisa lebih berhati-hati saat berkarya.

Berikut ini jenis-jenis kecelakaan kerja yang paling umum terjadi di lingkungan perusahaan:

  1. Terjatuh atau terpeleset
    Jenis-jenis kecelakaan kerja yang paling umum terjadi adalah terjatuh atau terpeleset. Entah itu di perkantoran atau pabrik, selalu ada area tidak rata atau licin yang menyebabkan pegawai berisiko terjatuh. Selain itu, risiko terjatuh juga cukup besar di area kerja yang mengharuskan bekerja dari ketinggian seperti terjatuh dari tangga. Untuk itu, jika Anda bekerja di daerah yang licin dan rawan terpeleset, gunakanlah alas kaki yang permukaannya cukup kesat.
     
  2. Cedera otot
    Cedera otot paling sering terjadi di area punggung dan juga leher. Kecelakaan kerja yang juga umum dialami saat Anda bekerja adalah cedera otot. Biasanya, ini kerap terjadi di lingkungan kerja yang mengharuskan membawa beban cukup berat.

    Untuk menghindari kecelakaan kerja model ini, ada baiknya Anda mencari tahu bagaimana teknik mengangkat barang berat. Anda bisa bertanya pada rekan sekerja dan juga kepada tim K3 di tempat Anda bekerja.
     
  3. Tertimpa objek
    Bukan hanya di lingkungan kerja dengan konsep pabrik saja, kecelakaan kerja berupa tertimpa objek bisa terjadi di manapun. Bahkan, objek yang jatuh dari bagian atas lemari bisa menyebabkan cedera apabila terjadi tanpa ada antisipasi sebelumnya. Untuk itu, penting menyediakan tempat penyimpanan yang memadai serta cara penyusunan yang tidak membahayakan.

    Saat melewati lorong atau tempat penyimpanan barang, pastikan tumpukan barang yang berpotensi menimpa Anda sudah berada dalam posisi yang benar dan aman. Hal ini akan mengurangi risiko Anda tertimpa.

  • Terpapar suara bising
    Kesehatan telinga menjadi taruhan bagi pekerja yang setiap harinya harus terpapar suara bising. Istilah bagi kondisi ini adalah industrial deafness jika tidak dilakukan penanganan yang tepat. Selain harus mengenakan alat pelindung telinga, pekerja juga harus mencari jeda untuk berada di tempat lebih sepi di tiap interval waktu tertentu.
     
  • Luka gores
    Perlengkapan yang umum ada di area kerja seperti pemotong kertas bisa menyebabkan luka gores yang tidak disangka. Bahkan ada istilah luka gores karena terkena bagian pinggir kertas atau paper cut. Jika kecelakaan kerja semacam ini kerap terjadi, sebaiknya sosialisasikan cara aman pengoperasian alat seperti pemotong kertas dan lainnya.
     
  • Menghirup gas beracun
    Bagi Anda yang bekerja di lingkungan dengan zat kimia berbahaya bahkan beracun juga rentan mengalami kecelakaan kerja. Mulai dari mengalami reaksi alergi di kulit atau mata, hingga keluhan medis seperti fibrosis paru akibat terlalu sering menghirup gas beracun.

    Agar meminimalisir risiko kecelakaan kerja, pastikan Anda menggunakan semua perlengkapan yang diwajibkan. Apalagi jika Anda berada di area berbahaya tersebut dalam jangka waktu yang lama
     
  • Cedera karena gerakan repetitif
    Bagi Anda yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer, waspadai juga risiko cedera karena gerakan repetitif. Istilahnya adalah repetitive strain injuries. Ini adalah cedera persendian karena kesalahan gerak atau ketegangan otot yang terjadi terus menerus atau dalam jangka panjang.
  • Berita Terbaru