Masyarakat Serbu Rapid Test Murah Rp 125 Ribu dari PMI Kotim

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 13 Juli 2020 - 14:11 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) serbu rapid test atau tes cepat murah Rp 125 ribu per orang dengan metode eclia yang dilakukan di Palang Merah Indonesia (PMI). 

Masyarakat yang melakukan rapid test murah ini rata-rata mereka yang akan bepergian ke luar daerah, terutama ke Pulau Jawa. Baik menggunakan kapal maupun pesawat. 

Seperti seorang pekerja perusahaan Suhad Suhendra. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada PMI Kotim yang menyiapkan rapid test murah. Hal itu sangat penting, agar dirinya bisa pulang Banjarnegara, Jawa Tengah. 

"Saya di Kotim ini sebagai pekerja dan ingin pulang ke Banjarnegara. Dan rapid test murah ini sangat membantu kami," ujarnya, Senin, 13 Juli 2020. 

Dia melakukan rapid test bersama sejumlah temannya yang juga sudah menyelesaikan pekerjaan di Kotim. Mereka sangat terbantukan dengan adanya tes cepat tersebut. 

Sementara itu tes cepat yang dilakukan oleh PMI Kotim sendiri menggunakan metode eclia. Dengan pelayanan pemeriksaan skreening antibodi SARS-CoV-2. 

Metode yang digunakan oleh pihak PMI sendiri berbeda dengan rapid test yang digunakan di beberapa tempat saat ini. Karena tingkat keakuratan lebih tinggi daripada rapid test. 

"Kalau eclia ini dibawah PCR, jadi keakuratannya lebih tinggi dari rapid test," kata Kepala UDD PMI Kotim dr Yuendri. 

Metode eclia sendiri tidak mengambil darah dari jari. Namun mengambil sampel darah dari tangan dan akan diproses menggunakan mesin Cobas e411. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru