Masih Ada Pihak Sekolah Jual Seragam, Perlu Ada Evaluasi Porgram Seragam Gratis

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 13 Juli 2020 - 17:15 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kobar telah memberikan seragam gratis bagi peserta didik baru, tingkat SD dan SMP sederajat. Namun diakui, masih ada pihak sekolah yang menjual seragam, sehingga perlu adanya evaluasi program ini.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kobar Siti Mukaromah, harus dicari tahu permasalahannya, apakah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar yang tidak mensosialisasikan seragam gratis ini, atau memang pihak sekolah yang bandel tidak mendukung program pemerintah daerah.

"Sudah semestinya kebijakan pemerintah daerah, terkait seragam gratis ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Anggota DPRD Kobar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengakui, masih banyak sekolah yang menjual seragam kepada peserta didik baru, hal ini menandakan bahwa kebijakan dari pemerintah daerah perihal pembagian seragam gratis bagi peserta didik baru, tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnta, dengan adanya pembagian seragam gratis maka orangtua murid baru terkurangi bebannya, tetapi jika mereka (orangtua murid baru) masih harus membeli seragam yang dijual oleh sekolah, apa makna dari seragam gratis ini.


"Ini kan sudah jelas, bahwa sebanyak 3 jenis seragam gratis untuk setiap murid baru, baik yang mampu atau pun yang tidak mampu. Semestinya program ini di dukung oleh pihak sekolah dengan tidak mewajibkan orangtua murid baru membeli seragam yang dijual oleh sekolah, tetapi kami masih mencari tahu apakah Dinas yang tidak bersosialisasi kepada pihak sekolah," Ujar Siti Mukaromah.

Namun demikian lanjutnya perlu adanya evaluasi agar program pembagian seragam gratis ini berjalan dengan harapan, baik dalam pendistribusian maupun kualitas seragam gratis ini pun harus diperhatikan.

Sehingga, ia selaku anggota DPRD Kobar meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, untuk menekan pihak rekanan yang mengerjakan pengadaan seragam gratis ini. Untuk dapat memberikan barang yang baik dan berkualitas sesuai spek yang ditentukan.

"Jangan karena gratis pengerjaannya pun asal asalan, begitu pendistribusiannya jangan terlambat, seperti ditahun tahun sebelumnya seragam gratis ini diterima murid baru di pertengahan tahun bahkan di penghujung tahun anggaran, sehingga orangtua murid pun harus membeli seragam sendiri," tandasnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru