Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Toli-Toli Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bulog Bangun Gudang Dukung Lumbung Pangan Kalteng

  • Oleh Teras.id
  • 15 Juli 2020 - 13:51 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan Bulog berencana membangun gudang beras untuk mendukung rencana pemerintah mengembangkan proyek lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah.

"Bulog juga sudah mempersiapkan, salah satunya di Pulang Pisau kami baru membangun. Kata Presiden di sana akan menjadi lumbung pangan nasional, kami sudah mempersiapkan juga," kata Budi Waseso dalam siaran langsung IDX Channel di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.

Budi Waseso atau akrab disapa Buwas memperkirakan bahwa lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah memiliki produktivitas gabah sekitar 4 ton per hektare. Potensi luas lahan proyek food estate di Kalimantan Tengah diperkirakan mencapai 165 ribu hektare.

Dari total tersebut, Buwas mencatat sebagian lahan seluas 48 ribu hektare sudah berproduksi setiap tahun, sehingga gudang penyimpanan diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan.

"Sawah yang sudah produksi 48 ribu hektare, sisanya ini akan digalakkan (Kementerian) Pertanian. Artinya produksi akan banyak, belum daerah-daerah lain yang sekarang mulai tanam, artinya akan menjadi swasembada pangan di wilayah itu," katanya.

Menurut dia, ketahanan pangan di Indonesia dapat dikatakan stabil, meskipun ada peringatan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) akan kekeringan dan berpotensi terjadinya krisis pangan.

Dia menilai ketahanan pangan tersebut terlihat dari sejumlah wilayah yang masih panen, sehingga Bulog masih terus melakukan serap gabah petani demi meningkatkan cadangan beras pemerintah. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog di seluruh Indonesia mencapai 1,4 juta ton.

Namun Indonesia juga memproduksi sumber pangan lokal lainnya selain beras, seperti sagu dan umbi-umbian yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat di Indonesia bagian Timur.

"Soal pangan di negara-negara lain itu memang membatasi ekspor pangannya, tapi di Indonesia menurut saya jangan terlalu khawatir, karena cuaca dan produksi kita juga tidak se-ekstrem prediksi-prediksi di luar negeri. Sampai hari ini, yang tadinya kita prediksi sudah tidak ada panen, ternyata hari ini masih banyak panen di beberapa wilayah," katanya. (TERAS.ID)

Berita Terbaru