Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2020 -4,3 Persen

  • Oleh Teras.id
  • 16 Juli 2020 - 07:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 berkisar -5,1 persen hingga -3,5 persen, dengan titik tengah -4,3 persen.

"Jadi lebih dalam dari (prediksi titik tengah) sebelumnya minus 3,8 persen," ujar dia di Kompleks Parlemen, Rabu, 15 Juli 2020.

Sri Mulyani mengatakan kontraksi pada triwulan II terjadi lantaran penurunan yang cukup tajam di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan, pertambangan dan juga transportasi. Sri Mulyani berujar tekanan perekonomian pada April dan Mei sangat dalam terjadi lantaran Covid-19. Sementara, dampak dari normal baru di bulan Juli juga masih sangat sedikit.

Ia mengatakan belakangan mulai ada relaksasi di sektor transportasi. Namun, sumbangan dari lini tersebut masih sangat kecil lantaran orang belum banyak bepergian.

"Oleh karena itu di kuartal III kita mengejar. Beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik. Namun titik baliknya ini kita ingin akselerasi," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sri Mulyani telah mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 menghadapi tekanan yang tidak mudah, bahkan akan dalam kondisi ekonomi negatif. Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, kata dia, sempat  mengestimasikan pertumbuhan ekonomi kuartal II berada pada minus 3,8 persen.

"Sehingga keseluruhan tahun nanti akan dihadapkan pada kondisi apakah di semester ke 2, kuartal 3 dan 4 kita mampu mulai memulihkan. Inilah tantangan yang kita hadapi," kata Sri Mulyani dalam Town Hall Meeting Kemenkeu, Jumat, 19 Juni 2020.

Ke depannya, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan fokus mengejar pertumbuhan kuartal III 2020. Sejumlah upaya yang dipersiapkan pemerintah antara lain percepatan penyerapan APBN. Ia mengatakan pemerintah telah mengeluarkan beleid anyar yang merevisi dan menetapkan alokasi dari anggaran yang baru. DIPA pun sudah diselesaikan. Sehingga, saat ini sudah anggaran tinggal dieksekusi.

"Kami akan melakukan percepatan dan monitoring sehingga kalau ada kementerian dan lembaga yang membutuhkan perubahan kita akan coba lakukan secepat mungkin," ujar dia.

Saat ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga telah memberikan perhatian ke daerah. Sebab, ia melihat APBD banyak berubah, Pendapatan Asli Daerah anjlok, serta dana transfer ke daerah dan dana desa yang turun. Sehingga, pemerintah akan segera mengakselerasi dukungan ke daerah, salah satunya dengan mengalokasikan hampir Rp 15 triliun untuk pinjaman daerah.

"Jadi kalau ada daerah yang pendapatannya turun sangat dalam karena dampak pandemi, mereka diberikan instrumen agar mereka bisa meminjam dengan suku bunga yang sangat murah dan mereka gunakan untuk memulihkan ekonomi di daerah," kata dia.

Dengan semua langkah itu, ia menuturkan presiden berharap adanya perbaikan belanja dari Kementerian dan Lembaga, belanja Pemerintah Daerah, serta pemulihan di perbankan dan korporasi yang bisa menjadi daya ungkit untuk pertumbuhan triwulan III.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru