Bupati Lamandau dan Isteri Datangi Warga Terdampak Banjir Sambil Membawa Logistik

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 16 Juli 2020 - 21:30 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana seolah tak kenal lelah untuk terus memantau langsung kondisi banjir di berbagai daerah baik siang maupun malam. 

Kamis 16 Juli 2020 hari ini,  Bupati Hendra didampingi sang isteri Hj Rusdianti Hendra Lesmana mendatangi langsung masyarakat terdampak banjir di dua desa yakni Desa Bunut dan Desa Sungai Mentawa, Kecamatan Bulik.

Bupati dan isteri yang didampingi tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) datang dengan membawa logistik untuk dapur umum di dua desa tersebut serta ratusan nasi bungkus yang langsung dibagikan ke masyarakat.

Rombongan berangkat dari Nang Bulik dengan menggunakan akses jalur sungai dengan menumpangi dua perahu motor dari Dermaga Batu Bisa sekira pukul 14.15 WIB. Desa yang pertama dikunjungi adalah Desa Bunut setelah menempuh jarak kurang dari satu jam perjalanan. 

Dari pantauan, kondisi banjir akibat luapan air sungai Lamandau di Desa Bunut terbilang sangat parah. Betapa, dari sekira 210 rumah yang ada di perkampungan yang ada di bibir sungai itu, hanya sebelas rumah warga saja yang selamat dari rendaman, itupun karena berada di ketinggian. Sedangkan sisanya, ketinggian air sudah hampir mencapai atap bangunan.

Sebelum ke beberapa tempat penampungan yang dibuat secara mandiri dan oleh pemerintah desa setempat, Bupati dan isteri berjibaku masuk perkampungan dengan menggunakan perahu klotok milik warga untuk mengecek warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing atau di perahu yang terparkir di depan rumah yang telah disulap jadi tempat tinggal sementara. 

Sambil menyalurkan bantuan, Bupati dan isteri terus menyerukan agar warga memastikan diri berada di tempat yang paling aman. Tak jarang keduanya juga menyemangati dan menguatkan warganya agar tetap bersabar, serta cepat hubungi pemdes jika warga memilki keluhan soal logistik dan obat-obatan. 

"Dari 210 rumah hanya sebelas saja yang selamat. Sejak banjir besar terjadi, warga mengungsi ke berbagai tempat pengungsian, seperti tribun lapangan sepakbola termasuk ke sejumlah tenda darurat yang kita buat secara gotong royong," ungkap Kepala Desa Bunut, Edi Haryono, saat menyampaikan laporan langsung kepada Bupati di pengungsian.

Setelah menyalurkan logistik berupa beras, mie instan, minyak goreng, sarden dan lain-lain, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Desa Sungai Mentawa yang ditempuh sekira setengah jam perjalanan.

Kondisi di Sungai Mentawa tak kalah mengkhawatirkan. Selama banjir menerjang hingga kini semua rumah warga dan berbagai fasilitas umum terendam air. Hanya menyisakan bangunan Sekolah Dasar yang posisinya ada di dataran paling tinggi. Bangunan sekolah dasar itu pula yang kini disulap jadi pusat penampungan warga di desa tersebut. Selain beberapa warga lainnya ada juga yang memilih keluar dari perkampungan untuk numpang di rumah sanak saudaranya yang lebih aman dari banjir.

Berita Terbaru