Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. OKU Selatan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kepala Dinas Pertanian Barito Timur Tinjau Pengembangan Luas Tanam Jagung di Sumber Garunggung

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 20 Juli 2020 - 18:35 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Pertanian Barito Timur Riza Rahmadi meninjau pengembangan luas tanam jagung di Desa Sumber Garunggung Kecamatan Dusun Tengah, Senin 20 Juli 2020.

Dengan menumpang perahu motor selama 25 menit dari Bendungan Karau Desa Netampin, Riza yang didampingi oleh Koordinator BPP Dusun Tengah, Kepala Desa Sumber Garunggung dan Petugas Penyuluh Lapangan atau PPL meninjau kebun jagung milik Arbani dari Melompok Tani Nela Jakat Poon.

Dalam arahannya, dia meminta potensi pengembangan jagung pakan tersebut dikembangkan dengan baik, mengingat peluang pasar yang terbuka lebar.

"Spot-spot tempat tanaman jagung di kawasan ini masih dilindungi oleh hutan yang asri sehingga pergerakan hama masing kurang, saya harap ini bisa dimanfaatkan dan ditambah lagi luas tanamnya pada musim tanam berikut," kata Riza.

Karena itu dia meminta agar PPL yang bertugas di desa itu, melaporkan perkembangan dilapangan secara berkala agar jika ditemukan serangan hama atau penyakit dapat segera diatasi.


"Saya minta juga Koodinator BPP agar menginventaris kebutuhan petani, mungkin ada yang bisa kita bantu," imbuhnya.

Semetara itu, Ketua Kelompok Nela Jakat Poon, Arbain berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan rombongan. Dia berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada kepada kelompok tani yang dipimpinnya.

"Kami mohon tetap dibantu benih oleh pemerintah dan juga alat pemipil jagung karena nanti kalau hasil panen sudah banyak pasti kami kesulitan memipil jagung secara manual" kata Arbain.

Diketahui pada musim tanam April-September tahun ini, Pemerintah Desa Sumber Garunggung menargetkan tanam jagung seluas 25 hektare. Sedangkan BPP Dusun Tengah menargetkan luas tanam jagung untuk Kecamatan Dusun Tengah sebanyak 50 hektare. (BOLE MALO/B-5) 

Berita Terbaru