Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Boven Digoel Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Layak Gantikan Elpiji sebagai Bahan Bakar, Ini Keunggulan DME

  • Oleh Teras.id
  • 23 Juli 2020 - 07:30 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penelitian dan Pengambangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Dimethyl Ether (DME) layak menjadi subsitusi Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji. Pencampuran kedua energi tersebut bahkan dapat membuat penerapan konversi lebih mudah.

Kepala Balitbang Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyatakan pihaknya telah melakukan uji terap pemakaian DME 100 persen sebagai bahan bakar rumah tangga. Pengujian tersebut melibatkan 155 kelapa keluarga di Kota Palembang dan Muara Enim.

"Pengujian dengan menggunakan kompor khusus DME menunjukkan nyala api yang berwarna biru dan stabil, mudah dalam menyalakan kompor dan pengendalian apinya," katanya, Rabu 22 Juli 2020.

Meskipun begitu waktu memasak menggunakan DME lebih lama hingga 1,2 kali dibandingkan LPG.

Dadan mengatakan kompor khusus DME digunakan lantaran kompor yang beredar saat ini dirancang untuk LPG. Keduanya memiliki komposisi pembakaran yang berbeda. DME 100 persen tidak dapat terbakar optimal di kompor LPG.

Menurut Dadan, konversi DME ke LPG dapat lebih mudah jika keduanya dicampur dengan perbandingan 20:80. Dengan komposisi tersebut, DME dapat digunakan di kompor LPG. Kandungan DME 20 persen pun tidak berpengaruh terhadap komponen non metal sehingga tak perlu penggantian regulator dan valve tabung.

Dari sisi efisiensi, Litbang Kementerian Energi masih perlu menguji lebih dalam perbedaan penggunaan kompor khusus DME dan kompor LPG. Dadan mengatakan, perbandingan kalori DME dengan LPG adalah 1:1,6. Artinya, satu liter LPG sama dengan 1,2 liter DME. Namun dengan penggunaan kompor DME, kalori DME 100 persen bisa berkurang hingga 1,3 kali.

Terkait harga, Dadan menyatakan DME harus mampu lebih murah dibandingkan LPG. Begitu pula dengan nilai keekonomian proyek konversi ini. Dadan mengatakan nilainya akan tergantung pada harga LPG dan DME di pasar nantinya.

Konversi LPG ke DME ini merupakan program pemerintah untuk menekan impor LPG. Dalam lima tahun angkanya terus meningkat. Tahun lalu impor LPG tercatat mencapai 5,73 juta ton, naik dari tahun 2018 yang mencapai 5,54 juta ton. Angka tersebut merupakan sekitar 70 persen dari kebutuhan LPG nasional.

Salah satu alasan pemilihan DME adalah bahan baku yang melimpah di dalam negeri. Pemerintah mengandalkan batubara berkalori rendah yang kurang diminati pasar sebagai sumber DME. Dadan menyatakan untuk mengganti satu juta ton LPG, dibutuhkan 1,5 juta ton DME atau setara 6 juta tpn batubara.

Berita Terbaru