Idul Adha bagi Kakek 87 Tahun yang Menderita Stroke dan Harus Menghidupi 2 Cucu

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 01 Agustus 2020 - 15:10 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Mata Mbah Arjo Timan (87) agak berkaca karena terharu menyambut Borneoneonews.co.id saat menyalurkan daging kurban dari Haji Abdul Rasyid AS di rumah kayu yang ditempatinya di kilometer 4 Kelurahan Tamiang Layang, Sabtu, 1 Agustus 2020.

"Wartawan yang dulu ketemu saya ya mas," tanya dia mengingat kembali pertemuan pertama bulan Februari 2020 saat Borneonews meliput sebuah kegiatan dimana Mbah Arjo juga mendapat bantuan bahan kebutuhan pokok.

Saat itu dia masih terlihat gagah meski harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk menerima bantuan tersebut. Namun sejak awal puasa Ramadhan Mbah Arjo terserang stroke yang membuat tubuh sebelah kiri sulit untuk digerakkan.

Dalam kondisi tubuh yang lemah dan sulit berdiri, dia tetap berusaha untuk menyambut tamu dengan baik dan penuh keramahan, "Maaf kalau kurang sopan ya, saya tidak bisa berdiri," katanya merendah dengan suara lirih.

Mbah Arjo yang tinggal bersama dua cucu laki-laki ini bersyukur banyak orang yang peduli kepadanya, terutama saat dirinya terserang stroke. Dia juga bersyukur meski dalam kondisi sakit namun dapat merayakan Idul Adha bersama kedua cucunya.


"Terimakasih sudah mengantarkan daging kurban untuk kami, dari mesjid dekat sini juga kami dapat, kami hanya bisa berdoa semoga Allah SWT memberkahi umatnya yang sudah ikhlas berkurban," ungkapnya.

Kakek yang masih mengingat ketika penjajah Jepang pertama masuk Indonesia tahun 1942 ini juga memohon doa agar dapat kembali sehat sehingga dapat beraktivitas kembali agar bisa merawat kedua cucunya yang bersekolah di Tsanawiyah.

Sebelum sakit, Mbah Arjo bekerja sebagai tukang pijat maupun menanam sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan makan bersama cucunya di rumah yang dipinjamkan adiknya untuk ditempati. Selain itu dia juga sempat memelihara 2 ekor sapi, yang akhirnya dijual murah sejak terserang stroke.

Sapi tersebut dijual dengan harga hanya Rp 15 juta untuk dua ekor karena dia tidak bisa lagi mencari rumput untuk memberi pakan.

"Saya bersyukur masih ada keluarga, keponakan atau orang lain yang berbaik hati membantu saya, saya sebenarnya tidak mau menjadi beban buat kedua cucu saya yang masih sekolah," ungkapnya dengan suara pelan.

Berita Terbaru