Penyintas Kanker Paru Berisiko Tinggi Terpapar Virus Corona

  • Oleh Teras.id
  • 02 Agustus 2020 - 08:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Dunia saat ini sedang dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan pada bulan Desember 2019.

Pandemi virus corona membawa berbagai dampak khususnya terhadap dunia kesehatan dan keberlangsungan hidup pasien kanker.

Menurut banyak laporan, salah satu yang dapat menyebabkan terinfeksinya virus corona dengan mudah adalah rendahnya sistem imunitas tubuh. Sehingga penderita kanker pun menjadi salah satu faktor risiko terbesar terkena penyakit itu.

Inilah yang menjadi dasar dilakukannya survei terhadap tindakan yang diberikan para penyintas kanker dalam masa pandemi ini.

Tingkat infeksi virus corona di salah satu institusi, menunjukkan infeksi virus corona terjadi di angka 0,79 persen pada pasien onkologi. Sedangkan risiko infeksi virus corona pada pasien penyakit umum 0,39 persen.

Pasien kanker paru pun lebih rentan terinfeksi dengan angka risiko 25-38 persen dibandingkan dengan kanker lainnya.

“Bekerja sama dengan Cancer Information & Support Center (CISC), survei ini dilakukan untuk memetakan dampak pandemi COVID-19 pada penyintas dengan menggunakan platform online, dan direspon oleh 355 penyintas kanker di seluruh Indonesia,” kata Dokter Spesialis Kanker Paru Elisna Syahruddin sekaligus Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia pada diskusi virtual dengan tema 'Pandemi COVID-19 dari Sudut Pandang Penyintas Kanker' pada 1 Agustus 2020.

Survei yang dilakukan tersebut menunjukkan hasil yang sangat baik terkait pengetahuan responden tentang COVID-19 dan upaya pencegahan yang perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko penularan.

Sebaliknya ternyata para responden tidak terlalu cemas dengan adanya wabah virus corona yang sudah memiliki ratus ribuan korban sedunia ini. Tingkat kecemasan di kalangan responden ternyata masih terbilang rendah.

Tercatat sebanyak 73 persen dari seluruh responden yang mendapat informasi cukup terkait pencegahan COVID-19, seperti selalu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan menjaga imunitas tubuh.

Selain itu, 60,1 persen responden mengakui tingkat kecemasan mereka akibat COVID-19 cukup rendah.

Berita Terbaru