Jangan Abaikan Protokol Kesehatan di Bidang Pariwisata Meski Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Oleh Testi Priscilla
  • 02 Agustus 2020 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah lokasi atau objek wisata telah dibuka kembali meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun, seiring dengan digaungkannya adaptasi kebaisaan baru, protokol kesehatan jangan sampai diabaikan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Guntur Talajan mengatakan bahwa selama masa pandemi ini, Disbudpar telah menyalurkan beberapa bantuan sosial kepada pelaku pariwisata dengan harapan para pelaku usaha ini dapat bertahan di tengah kebijakan terkait pariwisata karena wabah corona ini.

"Sudah ada penyaluran bantuan sosial berupa dana tunai bagi para pekerja di bidang pariwisata. Ini tidak hanya dilakukan di Kota Palangka Raya tapi juga di semua kabupaten lainnya di Kalteng," kata Guntur pada Minggu, 2 Agustus 2020.

"Harapan kita, itu bisa membantu supaya pelaku usaha tidak buru-buru membuka kembali usahanya meskipun sudah new normal (atau adaptasi kebiasaan baru)," tambahnya. 

Pemerintah kabupaten/kota, menurut Guntur, perlu mengusulkan data penerima yang nantinya dilakukan verifikasi dan validasi data oleh tim verifikator bansos Disbudpar Kalteng.

"Adapun mereka yang berhak menerima bantuan sosial tunai tersebut antara lain para pelaku pariwisata dan budaya, pemandu wisata, pekerja usaha wisata kapal susur sungai, pegawai perhotelan yang di PHK atau dirumahkan, panti pijat, pelaku usaha kuliner dan kriteria pekerja pariwisata lainnya," jelas Guntur.

Sementara itu, terkait penyaluran bansos bagi pekerja pariwisata di Kota Palangka Raya yang mengambil tempat di Taman Budaya Kalteng, Guntur mnenyebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (TESTI PRISCILLA/B-7)

Berita Terbaru