Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Hulu Sungai Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kasus Covid-19 di Kotawaringin Barat Masih Tinggi, Ketua DPRD: Jangan Paksakan Sekolah Tatap Muka

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 08 Agustus 2020 - 16:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih tinggi. Hal itu harus menjadi perhatian pemkab untuk menentukan kebijakan, salah satunya jangan memaksanakan pelaksanaan sekolah tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rusdi Gozali, yang khawatir jika pembelajaran tatap muka diaktifkan lagi.

"Pemkab harus mempertimbangkan hal ini. Sebab, jika dilihat dari grafik penambahan, jumlah kasus covid-19 di Kobar terus meningkat," ujarnya belum lama ini.

Rusdi Gozali menjelaskan, berdasarkan surat keputusan 4 menteri, bagi wilayah zona merah belum diizinkan mengaktifkan kembali proses belajar mengajar di sekolah. Meskipun tidak semua kecamatan masuk zona merah, .namun secara keseluruhan kasus Covid-19 di Kobar terus meningkat.

"Kecamatan Aruta memang zona aman karena tidak ada kasus Covid-19. Akan tetapi jumlah kasus di Kobar terus meningkat, terutama di Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai. Sehingga hal ini sebagai pertimbangan bagi pemerintah daerah jika ingin mengaktifkan kembali proses belajar mengajar di sekolah," jelasnya.

Dia menambahkan, meskipun dilakukan secara parsial dalam pengaktifan sekolah tatap muka langsung, sebaiknya tetap mengacu pada surat keputusan 4 menteri dan permendikbud. Semuanya demi menyelamatkan anak anak usia sekolah dari penularan virus corona.

Kalaupun Pemerintah Daerah tetap akan membuka sekolah tatap muka langsung di wilayah yang masih zona hijau, seperti di Kecamatan Arut Utara, tentunya sebelum dibuka harus dipastikan protokol kesehatannya sebelum memberikan izin.

"Pemerintah daerah harus libatkan orangtua murid untuk kebijakan itu. Apakah orangtua murid setuju atau tidak jika diaktifkan kembali tatap muka langsung," ungkapnya.

Rusdi Gozali pun mengakui memasuki adaptasi kebiasaan baru, pemkab secara bertahap telah membuka kembali sektor-sektor yang pernah ditutup. Itu penting agar perekonomian masyarakat tetap stabil.

"Kami akui demi menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat sejumlah sektor dibuka kembali. Akan tetapi untuk sektor pendidikan sebaiknya pemerintah daerah harus berhati hati sebelum ambil keputusan," pungkasnya. (DANANG/B-11)

Berita Terbaru