Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bengkulu Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Beberapa Kegiatan Menarik Bisa Dilakukan Saat Berwisata di Pinggiran Sungai Arut

  • Oleh Wahyu Krida
  • 11 Agustus 2020 - 11:55 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di pinggiran Sungai Arut yang saat ini masuk nominasi kategori Destinasi Wisata Baru Terpopuler dalam ajang  Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020, banyak kegiatan unik menarik yang bahkan bisa diikuti oleh para wisatawan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar Rosita Wati, Senin, 10 Agustus 2020 menjelaskan apa apa saja yang bisa dilakukan wisatawan bila berkunnujg ke kawasan  pemukiman masyarakat di pinggiran Sungai Arut.

"Mau menikmati kuliner, tempatnya sangat banyak. Terdapat cafe atau warung masyarakat yang menjual makanan tradisional seperti Coto Mangala yang berada di pinggiran Sungai ," jelas Rosita Wati.

Rosita Wati juga menjelaskan bagi wistawan  yang gemar memancing juga bisa mendatangi lokasi perkampungan masyarakat di pinggir Sungai Arut.

"Tinggal bawa joran dan umpan. Untuk urusan makan-makan selama mancing, tinggal beli dari warung masyarakat setempat," jelas Rosita Wati.

Kemudian, menurut Rosita Wati, di kawasan pinggiran  Sungai Arut, juga terdapat Kampung Sega, Water Front City, Kelurahan Mendawai.

"Di tempat tersebut bisa bersantai sambil menikmati jajanan yang dijual ditempat tersebut," jelas Rosita Wati.

Bahkan, lanjut Rosita Wati, terutama saat kondisi muka air meninggi seperti saat ini, bisa disaksikan kegiatan unik dari masyarakat yang hidup di pinggiran sungai.

"Kegiatan tersebut biasa disebut masyarakat setempat dengan kata Bekanjur atau belarut mengggunakan ban atau pelampung dari bagian hulu, kawasan Kelurahan Baru hingga ke Kelurahan Mendawai. Kegiatan bermain air ini biasanya dilakukan warga setempat saat sore hari," jelas Rosita Wati.

Demikian juga menurut Rosita Wati, keunikan arsitektur rumah penduduk yang ada di pinggir Sungai Arut juga menarik menjadi lokasi berfoto ria.

"Kalau biasanya di tempat lain, bagian belakang rumah yang menghadap ke sungai, namun rumah penduduk di pinggir Sungai Arut bagian depannya yang menghadap sungai," jelas Rosita Wati. (WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru