Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Tangerang Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kehidupan Pinggiran Sungai Arut, Potensi Wisata Bernuansa Kearifan Lokal

  • Oleh Wahyu Krida
  • 11 Agustus 2020 - 07:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terdapat ungkapan yang sering diucapkan warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 'Barang siapa sudah meminum air Sungai Arut maka yang bersangkutan akan kembali lagi ke Pangkalan Bun’. 

Mungkin maksud ungkapan tersebut yang bersangkutan akan kembali lagi karena  terkenang keindahan kota kecil yang sudah 12 kali menggondol piala Adipura ini.

Selain Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang sudah mendunia, masih ada lagi potensi wisata menarik yang bisa dicapai dengan cara mudah, lantaran keberadaannya di tengah Kota Pangkalan Bun.

Potensi wisata tersebut adalah Sungai Arut dan kehidupan masyarakat yang mendiami pinggiran sungai sepanjang 250 kilometer dan yang dapat dilayari 100 kilometer ini.

Pasalnya beragam kehidupan sosial masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai inilah yang bisa dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berbagai kegiatan di pinggir sungai.

Banyaknya kelotok penyeberangan atau yang biasa disebut getek, selain bisa mengantarkan untuk ke kawasan perkampungan di seberang sungai, juga bisa menjadi sarana susur sungai.

Motoris getek, siap mengantarkan wisatawan berkeliling menyusuri Sungai Arut melihat perkampungan yang rumahnya rata-rata menghadap ke badan sungai.

kelotok penyeberangan atau yang biasa disebut getek, selain bisa mengantarkan untuk ke kawasan perkampungan di seberang sungai, juga bisa menjadi sarana susur sungai.
Kelotok atau getek di Sungai Arut.

Selain itu, di kawasan seberang, masih ada spot yang menarik untuk digali. Contohnya yaitu keberadaan Pecinan yang ada di kawasan Kelurahan Raja Seberang yang merupakan bukti harmonisasi kehidupan antara suku Melayu, Dayak dan Tionghoa di Kabupaten Kobar.

Karena saat ini kegiatan bersepeda sedang hits, bagi penggemar kegiatan bersepeda, keliling kawasan seberang sungai sambil gowes tentunya sangat menyenangkan. 

Kapan lagi bisa gowes santai di jembatan kayu ulin atau yang biasa di sebut gertak, sambil menikmati pemandangan eksotis di  pinggir sungai dan keliling perkampungan masyarakat, sambil berswafoto dengan latar belakang rumah tua yang banyak ditemui ditempat itu.

Berita Terbaru