Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bolmong Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bursa Efek Indonesia Berusaha Tingkatkan Stabilitas Pasar Modal di Era New Normal

  • Oleh Testi Priscilla
  • 12 Agustus 2020 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyanto Kristiadi mengatakan bahwa saat ini BEI sedang berusaha meningkatkan kembali stabilitas Pasar Modal di Era New Normal.

"Memang kemarin di tengah-tengah pandemi Covid-19 dan dinamika Pasar Keuangan global sepanjang Semester I 2020, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dan mayoritas indeks acuan bursa global mengalami penurunan yang signifikan," kata Kris kepada Borneonews pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Sampai dengan 7 Agustus 2020, lanjut Kris, IHSG masih ditutup di zona merah dengan -18,34%.

"Hal senada juga dialami oleh bursa global lain yang memiliki total kapitalisasi pasar lebih besar atau sama dengan USD 100 miliar," jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, Pasar Modal Indonesia masih berhasil mencatatkan perkembangan yang positif dan kinerja tertinggi di antara bursa-bursa ASEAN.

"Dari sisi supply, PT Bursa Efek Indonesia sampai dengan 10 Agustus 2020 berhasil mencatatkan 35 saham baru dan sekaligus merupakan yang tertinggi di antara Bursa ASEAN, diikuti oleh 11 saham baru di

Malaysia, 5 saham baru di Singapura, 4 saham baru di Thailand, dan 1 saham baru di Filipina, data per 31 Juli 2020," tuturnya.

Sementara itu, jika dilihat dari segi fund raised sebesar USD 260 juta, menurut Kris BEI berada di peringkat ke-2 di antara ASEAN setelah Thailand, USD 2,76 miliar. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru