Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sintang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Harga Emas Jeblok, Investor Beralih ke Pasar Saham

  • Oleh Teras.id
  • 13 Agustus 2020 - 13:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kembali turunnya harga emas ke bawah level US$ 2.000 per troy ounce usai sentimen penemuan vaksin Covid-19 oleh Rusia ternyata berimbas pada pergerakan investor yang bersiap masuk ke pasar saham.

Senior Resource Analyst MineLife Pty. Gavin Wendt menyampaikan ketika harga emas menyentuh US$ 2.000 telah banyak investor yang melakukan aksi ambil untung (profit taking). 

“Kemudian muncul berita tadi malam mengenai vaksin Covid-19 di Rusia, investor langsung menjual emas dan bersiap masuk ke saham. Ini permainan berisiko tinggi,” kata Wendt seperti dikutip Bloomberg, Rabu, 12 Agustus 2020.

Seperti diketahui, data Bloomberg pada pukul 10.09 WIB hari ini menunjukkan harga emas beserta komoditas turunannya terpantau melemah. Harga emas spot turun 1,18 persen menjadi US$ 1.889 per troy ounce. Selanjutnya, harga emas berjangka Comex kontrak pengiriman Desember 2020 merosot 2,47 persen menjadi US$ 1.898 per troy ounce.

Harga komoditas turunan emas seperti platinum juga melemah 0,93 persen menjadi US$ 922,55 per troy ounce dan harga perak berjangka Comex kontrak pengiriman September 2020 anjlok 7,71 persen ke level US$ 24,04 per troy ounce.

Depresiasi harga emas pada hari ini melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak Selasa lalu, 11 Agustus 2020. Harga logam aset safe haven telah anjlok lebih dari 5 persen pada awal pekan ini seiring dengan yield obligasi di AS yang kian meningkat melebihi 10 basis poin.

Tidak hanya itu, aliran modal keluar dari produk ETF (exchange-traded fund) dengan aset emas juga terus terjadi setelah komoditas itu memasuki teritori jenuh beli selama 15 hari terakhir. Penguatan harga emas pun menuju level tertingginya sepanjang sejarah pada tahun ini merupakan tantangan sekaligus hadiah bagi para penimbun emas.

Logam mulia disebut menjadi aset paling aman ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia yang dikhawatirkan dapat menekan pertumbuhan ekonomi global. Untuk menahan dampak negatif pandemi tersebut, bank sentral dan pemerintah pun berlomba-lomba memberikan stimulus terhadap perekonomian.

Namun, pada awal pekan ini Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa negaranya telah menemukan vaksin Covid-19 pertama di dunia dan akan memproduksi untuk massal. Hal itu langsung merusak selera investor yang tengah menggandrungi emas.

Sementara itu, pendiri DoubleLine Capital LP Jeffrey Gundlach tetap memperkirakan emas bisa diperdagangkan pada level tertingginya walaupun ada beberapa sentimen pemulihan ekonomi tersebut. Bahkan, Bank of America Corp. menilai harga emas dapat melaju hingga ke level US$ 3.000 per troy punce.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru