Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Surabaya Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kebijakan Fiskal 2021, Sri Mulyani: Saatnya Lakukan Transformasi Besar

  • Oleh Teras.id
  • 15 Agustus 2020 - 14:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat optimistis menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, pagebluk global ini justru bisa menjadi momentum bagi negara untuk memperbaiki banyak hal dan menyusun ulang strategi.

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar," kata Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, @smindrawati, yang diunggah pada Sabtu, 15 Agustus 2020. Ia mengunggah hal ini sehari setelah menghadiri rapat paripurna nota keuangan RAPBN 2021 di Kompleks Parlemen Senayan.

Menyitir pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR kemarin, Sri Mulyani mengatakan kondisi dunia saat ini dapat diibaratkan seperti komputer yang tengah error atau hang. Akibatnya, semua negara mesti menjalani proses mematikan komputer sesaat, kemudian melalukan restart atau rebooting untuk mengatur ulang sistem.

Dalam upaya membangkitkan diri dari pandemi Covid-19, pemerintah pun mengambil fokus kebijakan fiskal pada 2021 dengan tema "Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi". Tema itu juga meliputi pelaksanaan reformasi fundamental seperti reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, serta reformasi sistem penganggaran dan perpajakan.

Namun, menurut Sri Mulyani, tujuan ini hanya dapat dicapai bila seluruh pihak bersatu dan bekerja sama, bergotong royong, saling membantu, serta saling mengingatkan. "Mari bersama gunakan momen ini untuk membuat sebuah lompatan kemajuan," tuturnya.


Ia pun mengimbau agar krisis yang dihadapi di tengah pandemi Covid-19 ini tidak membawa Indonesia pada situasi kemunduran. "Untuk bangsaku, untuk Indonesia Maju," kata Sri Mulyani menutup unggahannya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 berada di kisaran 5,5 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada 2020 yang diperkirakan hanya menyentuh 0,2 persen atau -1,1 persen pada level pesimistis. Sedangkan inflasi pada 2021 akan dijaga di level 3 persen. (TERAS.ID)
 

Berita Terbaru