Aplikasi Real & Quick Count & Arsip Form C1 Digital

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jessica Mila Mengalami Skoliosis, Ini 3 Latihan yang Bisa Dilakukan di Rumah

  • Oleh Teras.id
  • 15 Agustus 2020 - 14:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Jessica Mila belakangan mencuri perhatian publik usai mengaku bahwa ia mengalami skoliosis, yakni penyakit yang ditandai dengan  tulang belakang melengkung. Pengalaman tersebut dibagikan oleh Jessica Mila melalui akun Instagram-nya pada 18 Juni 2020 lalu.

Pemeran film Imperfect ini sama sekali tak malu menunjukkan penyakit tulangnya ke publik. "Di masa karantina, saya terkejut betapa kuatnya punggung saya karena saya tidak gym selama 2 bulan. Alasan utamanya adalah karena punggung saya masih mempertahankan otot yang saya bangun dari waktu ke waktu. Saya dulu sakit punggung dan tulang rusuk, tapi sekarang tidak lagi! Saya merasa ini adalah keuntungan dalam memilih untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat," tulis Jessica Mila.

Jessica Mila menyarankan bagi yang berjuang dengan sesuatu di luar kendali fokus pada hal-hal positif. "Fokus pada apa yang dapat Anda lakukan, teruslah mencoba, dan jangan pernah menyerah," ujarnya.

Melansir laman Healthline, Sabtu 15 Agustus 2020 skoliosis ditandai dengan kurva berbentuk S atau C di tulang belakang. Kondisi ini umumnya terlihat di masa kanak-kanak, tetapi juga bisa muncul di masa dewasa.

Skoliosis pada orang dewasa dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk genetika, posisi panggul yang tidak rata, operasi tulang belakang atau sendi sebelumnya, distorsi lutut atau kaki, atau bahkan cedera kepala. Pada kasus sedang hingga berat, skoliosis diperbaiki melalui operasi. Jika Anda mencurigai adanya skoliosis, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda tentang rencana perawatan yang tepat.

Spesialis Olahraga Korektif Rocky Snyder yang berbasis di Santa Cruz, California menyarankan beberapa latihan untuk penderita skoliosis serta peregangan yang dapat membantu meningkatkan ketangkasan.

Perbedaan antara tulang belakang yang khas dan orang dengan skoliosis, jelasnya, adalah tulang belakang dapat bergerak dari sisi ke sisi. Misalnya, saat Anda berjalan, tulang belakang Anda menekuk dan berputar ke kiri dan ke kanan, akhirnya kembali ke tengah. Orang dengan skoliosis mengalami kesulitan untuk bergerak ke satu arah karena tulang belakang mereka melengkung.

Dia menyarankan dua cara untuk melakukan ini. Pertama adalah menggerakkan tubuh Anda ke arah yang sudah ditekuknya untuk meregangkan lebih jauh. Hal ini dapat menyebabkan otot yang Anda regangkan tertarik ke belakang dan sedikit memendek.

Skoliosis memengaruhi kemampuan sistem saraf pusat untuk membantu otot berkontraksi dan memendek. “Anda perlu meregangkannya lebih jauh untuk membuatnya menjadi lebih pendek,” kata Snyder.

Pendekatan kedua melibatkan melakukan yang sebaliknya: Jika tulang belakang Anda condong ke kiri, cukup miringkan ke kanan. Metode ini, catat Snyder, tampaknya tidak berhasil dengan baik. Peregangan dimaksudkan untuk membantu otot-otot yang kendur. “Bayangkan Anda mengambil karet gelang dan menjaganya tetap teregang untuk waktu yang lama dan kemudian melepaskannya,” katanya.

Berita Terbaru