Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lampung Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

6 Penumpang Positif Covid-19, Batik Air Dilarang Terbang 14 Hari ke Pontianak

  • Oleh Teras.id
  • 23 Agustus 2020 - 09:30 WIB

TEMPO.CO, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji memberikan sanksi terhadap Batik Air berupa larangan terbang ke Pontianak selama 14 hari setelah enam penumpangnya dari Jakarta positif Covid-19. Keenam orang itu membuat kasus positif Covid-19 di Kalimantan bertambah 33 orang pada Sabtu, 22 Agustus.

"Sanksi maskapai ini tidak boleh membawa penumpang ke Pontianak, dari Jakarta maupun Surabaya selama 14," kata Sutarmidji.

Sutarmidji lantas menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Manto, untuk berkirim surat pada maskapai tersebut.

Sanksi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban maskapai karena telah membawa penumpang dari daerah zona merah, dan diberlakukan mulai 23 Agustus 2020. Dari enam penumpang tersebut, tiga di antaranya beralamat Jakarta, dua orang Pontianak dan seorang beralamat Surabaya.

Kasus temuan penumpang ini berdasarkan hasil swab check secara acak di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, pada 15 Agustus.

"Kegiatan PCR test dadakan akan terus diintensifkan pada penumpang Bandara dan Pelabuhan yang akan masuk ke Kalimantan Barat, terutama dari daerah zona merah," kata Sutarmidji.

Setiap maskapai penerbangan yang kedapatan membawa masuk penumpang dari luar Kalimantan Barat dalam kondisi reaktif atau konfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test atau PCR di terminal kedatangan Supadio akan diberikan sanksi yang sama, yaitu penutupan sementara rute penerbangan.

Selain itu, kasus positif Covid-19 lainnya dari cluster para pejabat yang mengikuti open biding dan jobfit. Hasil pemeriksaan swab pada 19 Agustus 2020, yang keluar kemarin menemukan tiga pejabat yang terkonfirmasi Covid-19.

"Saya putuskan mulai Senin seluruh ASN tidak boleh keluar kota," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, menambahkan, tiga pejabat tersebut merupakan bagian dari 16 orang pejabat yang mengikuti Job Fit dan Open Bidding di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Berita Terbaru