Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Seram Bagian Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Dua Perusahaan Ini Incar TikTok dengan Nilai Penawaran Rp 293,42 Triliun

  • Oleh Teras.id
  • 30 Agustus 2020 - 14:20 WIB

TEMPO.COJakarta - Dua perusahaan yakni Centricus Asset Management Ltd. dan Triller Inc. sedang membidik operasi TikTok di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lainnya dengan tawaran nilai akuisisi mencapai US$ 20 miliar. Angka ini setara dengan Rp 293,42 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.671 per dolar AS.

Dari sumber yang dikutip Bloomberg, sejumlah investor yang dinaungi oleh Centricus akan bekerja sama dengan Triller Inc. Triller dikenal sebagai media sosial berbasis musik dan video berbasis di AS.

Perusahaan tersebut akan memiliki saham minoritas dalam kerja sama tersebut. Centricus dan Triller telah menyerahkan tawarannya kepada ByteDance untuk mengakuisisi aset perusahaan di AS, Australia, Selandia Baru dan India.

Menurut sumber Bloomberg, penawaran tersebut berupa uang muka senilai US$ 10 miliar dan pembagian laba sebesar US$ 10 miliar dari penghasilan join venture tersebut. Dengan demikian, tawaran dari Centricus dan Triller akan menyaingi Microsoft Corp. dan Oracle Corp yang juga mengincar TikTok. 

Ketika dikonfirmasi terkait dengan penawaran Centricus dan Triller itu, juru bicara TikTok hanya menjawab pendek. "Apa itu Triller" ujar juru bicara TikTok tersebut. Ia  juga mengungkapkan potensi akuisisi oleh Centricus dan Triller sebagai hal yang tidak mungkin.

Wakil dari Centricus membenarkan tawaran perusahaan terhadap aset TikTOk di AS dan sejumlah negara lain. Namun, juru bicara Triller tidak memberikan komentar apapun.

Sebelumnya diberitakan Walmart Inc ikut serta untuk mengakuisisi TikTok di kawasan Amerika Utara. Perusahaan ritel modern tersebut bakal bergabung dengan Microsoft dalam aksi korporasi tersebut.

Seperti dikutip dari The New York Times, Jumat lalu, 28 Agustus 2020, koalisi Walmart dan Microsoft akan bersaing dengan Oracle untuk mengambil alih TikTok dari ByteDance dari Cina. 

Beberapa sumber The New York Times mengatakan, komposisi perusahaan yang berminat mengakuisisi TikTok bisa berubah dalam beberapa waktu ke depan. Saat ini, proses diskusi antara ByteDance dan perusahaan yang berminat mengakuisisi TikTok terus berjalan.

Para sumber tersebut menyebutkan, ByteDance bakal mengumumkan perusahaan pemenang dalam beberapa hari ke depan. Mereka mengatakan, siapapun pemenangnya, berpeluang mengubah konsep dari TikTok di Amerika Serikat, yang awalnya berupa media sosial berbasis video.

Kesepakatan dengan Microsoft dan Walmart disebut-sebut bakal mengubah konsep TikTok secara signifikan. Selain menawarkan layanan media sosial berbasis video, TikTok di bawah kendali dua perusahaan itu bisa menjelma sebagai aplikasi dagang elektronik (e-commerce).

Berita Terbaru