Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Solok Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Dampak Pandemi, Pendapatan Asli Daerah Kapuas Mengalami Perlambatan

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 04 September 2020 - 14:40 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dampak adanya pandemi corona virus disease atau covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kapuas tahun 2020 ini mengalami perlambatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas, Andres Nuah bahwa PAD Kapuas untuk tahun 2020 dari bulan Maret sampai dengan Agustus terjadi perlambatan, mengingat dampak ini juga melanda ekonomi global dan nasional, sehingga turut berdampak terhadap PAD.

“Untuk tahun 2020 ini memang sudah di prediksi, oleh sebab itu keluarlah beberapa ketentuan agar melakukan pemusatan kembali anggaran untuk menyesuaikan dengan kondisi perekonomian, pendapatan, belanja dan untuk anggaran belanja dialihkan ke penanganan Covid-19,” kata Andres Nuah, Jumat, 4 September 2020.

Ia menuturkan di tahun 2019 memang PAD Kabupaten Kapuas cukup besar karena memang potensi pada saat itu besar. Kemudian pada tahun 2020 kondisi yang normal, namun sudah ada penurunan.

"Ditambah dengan pandemi Covid-19 sehingga terjadi penurunan yang signifikan, salah satunya  terkendala karena tidak dapat turun ke lapangan," tuturnya.


Ia menyebutkan PAD sampai dengan bulan Agustus 2020 ini mencapai 49 persen, dengan target awal untuk Tahun 2020 yaitu sebanyak Rp112,9 miliar, memang melambat dikarenakan masa pendemi Covid-19.

"Sampai saat ini, target yang telah dicapai masih dengan angka 49 persen dengan PAD sebanyak Rp54,8 miliar. Namun, kami tetap berusaha agar dapat mengejar sisa 51 persennya lagi sampai akhir tahun 2020," ucapnya.

Ia berharap, pihaknya selaku koordinator pendapatan daerah yang menjadi tanggung jawab Operasi Perangkat Daerah (OPD) maupun kecamatan agar bersama-sama berkomitmen mengejar sisa PAD ini nantinya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)

Berita Terbaru