Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Solok Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kisah Gajah di Thailand Ketemu Cinta Lama di Tempat Perlindungan

  • Oleh Teras.id
  • 12 September 2020 - 11:30 WIB

TEMPO.COJakarta - Hampir sepanjang hidupnya Sow, seekor gajah yang berusia 55 tahun, dipaksa menyeret kayu gelondongan atau mengangkut turis di selatan Thailand. Sow yang malang juga terancam kelaparan dan tidak bisa lagi mengunyah makanan, setelah gigi-giginya keropos.

Sow bekerja di industri pariwisata Thailand selama lebih dari 20 tahun, yang awalnya dimanfaatkan sebagai gajah pengangkut kayu. Sebelum dipindahkan ke tempat perlindungannya yang saat ini di Thailand selatan, dia dirantai di pinggir jalan ketika tidak sedang membawa turis.

Akan tetapi, Sow digambarkan sebagai sosok gajah yang ramah, setelah dipindahkan ke tempat perlindungan Following Giants pada tahun lalu, setelah bertahun-tahun dianiaya.

Sow rupanya ketemu cinta lamanya setelah dipindahkan ke tempat perlindungan Following Giants. Gajah betina yang membuat Sow kepincut adalah gajah yang dinamai Jahn. Pertemuan ini membuat Sow seakan punya harapan hidup lagi. 

Kedua gajah yang dimabuk asmara itu, sering terlihat saling mengunci belalainya sebagai tanda kasih sayang yang sangat mengharukan.

“Sow dan Jahn memiliki ikatan yang dalam, dan telah berteman selama 30 tahun terakhir. Mereka mengenal satu sama lain melalui waktu yang dihabiskan ketika menebang kayu, di kamp turis, dan selama periode istirahat pada musim sepi pengunjung,” kata George White, dari Badan Amal World Animal Protection,  

Saat Sow dan Jahn dipertemukan kembali di Following Giants, mereka tampak senang bisa bertemu lagi. Sekarang mereka dapat bersosialisasi lagi sampai kapan pun mereka suka.

Kendati begitu, kondisi Kesehatan Sow dan Jahn masih membuat resah dokter hewan, khususnya karena kerusakan giginya. Sow tidak dapat makan dengan benar sehingga tubuhnya menjadi sangat kurus.

“Setelah gigi terakhir dari gajah tua sudah tidak tajam lagi, mereka tidak dapat makan berbagai makanan yang mereka butuhkan. Kekurangan makanan membuat mereka berisiko kelaparan dan malnutrisi, atau masalah dari potongan besar makanan yang terlalu besar, yang terjebak dalam sistem pencernaan mereka, “kata seorang dokter hewan yang merawat Sow dan Jahn. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, makanan untuk Sow dan Jahn, dua gajah yang sudah tua itu, dihancurkan. David Owen, Konsultan Perlindungan Hewan Dunia di Following Giants mengatakan pertemuan Sow dan Jahn telah membuat perbedaan besar pada kepribadian dan kesehatan Sow. Dia memiliki lebih banyak energi, terlihat jauh lebih berisi, bahkan kulitnya terlihat lebih baik.

Sekarang Sow dan Jahn menghadapi cobaan lain. Following Giants memperingatkan penurunan pariwisata karena Covid-19, telah membuat badan-badan amal yang membantu para gajah berada dalam bahaya besar. Pandemi virus corona telah membuat pariwisata di Thailand anjlok dan kondisi ini bisa membahayakan nyawa gajah-gajah. 

(TERAS.ID)

Berita Terbaru