Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Mataram Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Asmat Siapkan Diri Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

  • Oleh ANTARA
  • 15 September 2020 - 11:50 WIB

BORNEONEWS, Timika - Pemerintah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, terus menggenjot pembangunan insfrastruktur perhubungan di wilayah itu guna mewujudkan visi menjadikan Asmat sebagai salah satu destinasi pariwisata berkelas dunia.

Bupati Asmat Elisa Kambu yang dihubungi Antara dari Timika, Selasa, mengatakan guna mendukung rencana Asmat menjadi salah satu tujuan pariwisata dunia maka dalam beberapa tahun terakhir Bandara Ewer terus dikembangkan sehingga nantinya bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis ATR.

Pengembangan Bandara Ewer yang dilakukan bersama dengan Kementerian Perhubungan itu diharapkan dapat mendongkrak arus kunjungan wisatawan ke Asmat baik domestik maupun manca negara.

"Sebetulnya ada banyak wisatawan yang mau datang ke Asmat, namun selama ini salah satu kendala utama yaitu masalah kesulitan transportasi. Pengembangan Bandara Ewer sangat penting untuk menunjang peningkatan arus kunjungan wisatawan ke Asmat," katanya.

Meski secara topografis wilayah Asmat didominasi rawa dengan sungai yang lebar-lebar sehingga tidak memungkinkan dibangun akses jalan darat, namun hal itu menyimpan keunikan tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lain.


Seni ukir pahat patung Asmat yang sudah terkenal ke seantero dunia, didukung dengan tarian khas Asmat dan aneka pesona wisata alamnya yang masih asri menjadi aset sekaligus bahan jualan untuk menarik kunjungan wisatawan ke kabupaten yang terletak di pesisir selatan Pulau Cenderawasih itu.

"Sudah tentu kalau pesawat ATR sudah bisa dioperasikan secara rutin ke Bandara Ewer Asmat maka orang akan datang terus ke Asmat karena Asmat sudah cukup mendunia. Tentu perekonomian akan berkembang seperti aktivitas perdagangan, kuliner, perhotelan dan sebagainya," kata Bupati Kambu.

Menurut orang nomor satu Asmat yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Asmat itu, potensi pariwisata itulah yang selama ini menjadi roh utama menggerakan roda perekonomian masyarakat setempat disamping potensi perikanan.

Karena itu, dengan membuka akses perhubungan yang semakin mudah dan memadai maka pergerakan roda perekonomian masyarakat semakin maju.

Pembangunan Bandara Ewer Asmat dirintis sejak dekade 1960-an, semula untuk menunjang pelayanan misionaris di wilayah itu.

Awalnya panjang landas pacu (runway) Bandara Ewer hanya sekitar 600 meter dengan menggunakan lantai berupa tikar baja mengingat lokasinya berada di area rawa-rawa.

Setelah Asmat resmi berdiri sebagai kabupaten definitif (wilayah Asmat sebelumnya bergabung dengan kabupaten induk Merauke) pada dekade 2000-an, pemerintah daerah mulai berupaya meningkatkan kapasitas Bandara Ewer hingga bisa didarati pesawat jenis twin otter.

Berita Terbaru