Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Purworejo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pernah Gagal, Pedagang Ikan Cupang ini Kini Beromzet Rp 5 Juta per Bulan

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 17 September 2020 - 15:25 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kegagalan yang pernah dirasakannya tak membuat semangat Yusuf untuk beternak ikan cupang menyerah. Tak hanya diternak, ikan hias itu juga dijualnya.

Warga Jalan Abdul Azis, Gang Jambu, Rt 4 Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat itu sudah 3 tahun menggeluti bisnis ini.

Di awal usahanya, puluhan ekor ikan cupangnya mati. Namun berkat kegigihannya, ia kembali bangkit dan kini omzet penjualannya mencapai Rp 5 juta per bulan.

Tak hanya itu, ikan hias miliknya pernah meraih juara 1 tingkat Kota Pangkalan Bun, serta Juara 2 Kategori Plakat Dasar Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah.

"Pertama saya ternak 50 ekor langsung mati dalam waktu 4 hari. Saya benar-benar kecewa saat itu. Namun saya coba bangkit kembali dengan beternak 15 ekor ikan cupang, dan Alhamdulillah bisa berkembang sampai sekarang," ujarnya, Kamis, 17 September 2020.

Di kediamannya kini, Yusuf memiliki ribuan ekor ikan cupang dari berbagai jenis, mulai dari FFCP, Ct, Serit, Blue Rim, Dumbo Ear, Samurai, Avatar, Koi, Multi Color dan masih banyak lainnya. Harga jualnya mulai puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Dia bercerita, awal ternak di wadah kecil seperti ember dan galon, lalu ke terpal dan penghasilan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah ikan.

"Alhamdulillah, meski di tengah pandemi covid-19 ini, penjualan tetap stabil. Paling rendah penghasilan per bulan itu sekitar Rp 2 juta," tuturnya.

Dia berjualan di pinggir Jalan Abdul Azis, Kelurahan Kumai Hilir dengan menggunakan gerobak. Selain itu juga menggelar lapak di CFD dan Pantai Kubu.

Pembelinya tidak hanya dari Kumai, namun juga ada dari kecamatan lain,  bahkan dari luar daerah seperti Sampit, Sukamara, dan Lamandau.

"Selain jualan di CFD saya juga jual melalui online, dengan memanfaatkan media sosial Facebook dan WhatsApp," ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan adanya perhatian pemerintah agar dapat memberdayakan peternak ikan hias lokal.

"Meskipun tidak terlalu berdampak pada omset, pandemi ini tentunya mengurangi kegiatan masyarakat. Kita mau bikin event juga susah. Harapan saya juga, pemerintah bisa memberikan wadah berjualan pasar ikan hias dan itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," pungkasnya. (DANANG/B-11)

Berita Terbaru