Aplikasi Pilkada Serentak

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kepala Desa Siong Keluhkan Kendala Pemasaran Telur ke DPRD Barito Timur

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 18 September 2020 - 18:10 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Sidianto mengeluhkan kendala pemasaran telur budidaya ayam ras petelur yang dikelola pemdes.

Hal tersebut disampaikan Sidianto kepada Komisi II DPRD Barito Timur yang melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Paju Epat, Jumat, 18 September 2020.

"Masalah yang kami hadapi sekarang pemasaran, karena ayam yang bertelur sudah mencapai 88 persen dari populasi atau menghasilkan 350 butir telur per hari," kata Sidianto.

Dia mengatakan, selama ini hasil telur dibeli oleh perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut, selain juga dibeli masyarakat setempat. Namun masih ada stok telur yang belum terjual.

"Kami jual Rp 40 ribu per tray berisi 30 butir telur. Telur ini juga kami pakai untuk penyaluran bansos," imbuhnya.

Menanggapi kendala yang dihadapi Pemerintah Desa Siong, anggota Komisi II DPRD Barito Timur Hadi Santoso mengingatkan kepada Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Paju Epat agar turut memikirkan pemasarannya.

Dia juga meminta Dinas Perdagangan Barito Timur sebagai instansi yang membidangi pemasaran, agar terlibat memikirkan pemasaran hasil pertanian dan peternakan daerah setempat.

"Dinas Perdagangan harus mengambil bagian untuk membantu petani, kalau hasilnya bagus tetapi tidak di bisa dijual jadi percuma," kata Hadi.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD lainnya, Munita Mustika Dewi, meminta penyuluh pertanian yang bertugas di desa agar mendampingi petani dalam mengatasi kendala budidaya yang dihadapi.

"Harus juga dibantu pemasarannya, jangan sampai hasilnya ada tapi tidak jelas pemasarannya," kata Munita. (BOLE MALO/B-11)

Berita Terbaru