Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Dompu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mendorong Kebangkitan Properti Melalui Stimulus

  • Oleh ANTARA
  • 19 September 2020 - 10:15 WIB

BORNEONEWS, Jakarta  - Pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah menggelontorkan anggaran sebagai stimulus agar ekonomi tetap berdenyut di tengah pandemi COVID-19. Sasaran dari kebijakan itu bukan saja UMKM tetapi juga korporasi.

Bentuk dari stimulus tersebut mulai dari insentif pajak, subsidi bunga, penempatan dana di
perbankan untuk restrukturisasi kredit, penjaminan kredit untuk modal kerja dengan total nilai puluhan triliunan rupiah ini diharap mumpuni untuk membuat ekonomi bergerak.

Optimisme terhadap kebijakan pemerintah ini juga dirasakan pengembang properti yang sejak
pertengahan tahun 2020 praktis mengalami penurunan penjualan terutama untuk sektor komersial dan hunian di atas Rp1 miliar.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Totok Lusida mengingatkan pemerintah perlu memberi perhatian serius kepada sektor properti mengingat multiplier effect dari industri ini mampu menyentuh 174 sektor lain sekaligus
menyerap 30 juta tenaga kerja.

Bahkan sektor properti selama ini memberi kontribusi 2,7 persen terhadap produk
domestik bruto (PDB) nasional. Karena itu langkah pemerintah untuk memberi stimulus terhadap sektor ini merupakan langkah tepat karena akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.


Hitungannya mudah. Setiap unit apartemen yang diserahterimakan tentunya butuh tempat tidur, lemari, sofa, bahkan barang-barang elektronik.

"Tinggal dikalikan berapa unit yang
diserahterimakan," kata Totok menggambarkan potensi penting sektor properti mendorong ekonomi nasional.

Angka ini belum termasuk pekerja yang secara langsung dan tidak langsung terserap sektor
real estat. Untuk tahun 2020 ini diperkirakan jumlahnya mencapai 30,34 juta orang.


Terpukul
Namun harus diakui sektor properti juga merupakan salah satu sektor yang paling terpukul dengan adanya pandemi COVID-19 ini.

Menurut data REI, tahun 2020 ini sejumlah sub sektor properti mengalami penurunan penjualan 50-80 persen. Sedangkan untuk perkantoran turun 74,6 persen.

Berita Terbaru