Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sleman Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bersih 2.0 Terkejut Penderita COVID-19 Dilarang Memilih

  • Oleh ANTARA
  • 23 September 2020 - 13:50 WIB

BORNEONEWS,  Kuala Lumpur  - Koalisi untuk Pemilu yang Bersih dan Adil (Bersih 2.0) terkejut dengan pernyataan Menteri Pertahanan Ismail Sabri bahwa mereka yang dikonfirmasi positif COVID-19 tidak diizinkan untuk memberikan suara dalam Pemilihan Negara Bagian Sabah Sabtu mendatang.

Bersih 2.0 mengemukakan hal tersebut dalam pernyataan yang dikirimkan kepada media di Kuala Lumpur, Rabu.

"Hak warga negara untuk memilih tercantum dalam Konstitusi Federal dan tidak ada yang dapat dengan sewenang-wenang mengambilnya segera, bahkan menteri pemerintah atau kabinet khusus," katanya.

Pasal 119 (1) menyatakan bahwa "setiap warga negara berhak untuk memberikan suara di daerah pemilihan itu dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Legislatif kecuali jika ia didiskualifikasi berdasarkan Klausul (3) atau berdasarkan undang-undang yang berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan sehubungan dengan pemilihan umum".

Ayat (3) mendiskualifikasi mereka yang tidak waras dan yang menjalani hukuman penjara lebih dari 12 bulan.


Komisi Pemilihan Umum Malaysia (SPR) berkewajiban untuk memfasilitasi pemberian suara tetapi mereka yang ditemukan positif COVID-19 selama Pemilihan Negara Bagian Sabah ini dengan membuat pengaturan khusus bagi pasien-pasien ini untuk memilih dari keamanan bangsal rumah sakit dengan bantuan staf medis terlatih.

"Ini akan sesuai dengan Pedoman Pencegahan COVID-19 Selama Pemilu (1), yang dikeluarkan oleh Komisi Eropa yang menyatakan bahwa pasien positif COVID-19 tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit untuk memberikan suara mereka," katanya.

Pihaknya beruntung memiliki Direktur Jenderal Kesehatan yang sangat kompeten dan petugas perawatan kesehatan profesional yang berada di garis depan untuk menjaga warga agar tetap aman.

"Kami yakin dengan dukungan mereka, ratusan kasus pasien COVID-19 di Sabah yang berhak memilih dapat melakukannya dengan aman," katanya.

Bersih 2.0 berpandangan bahwa jika SPR gagal memfasilitasi pemungutan suara untuk pasien positif COVID-19 di Sabah pada Sabtu mendatang, mereka akan dikenakan tindakan hukum karena gagal memenuhi kewajiban mereka kepada pemilih.

Berita Terbaru