Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kediri Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Presiden Erdogan Desak Restrukturisasi Dewan Keamanan PBB

  • Oleh ANTARA
  • 24 September 2020 - 00:00 WIB

BORNEONEWS, Ankara - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk menerapkan "reformasi yang komprehensif dan penting" untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dimulai dengan restrukturisasi Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Kita telah melihat betapa tidak efektifnya mekanisme global yang ada selama krisis ini...sehingga butuh berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, bagi Dewan Keamanan, badan pembuat keputusan paling mendasar di Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memasukkan pandemi ke dalam agendanya," katanya.

“Jadi, kami sekali lagi telah melihat kebenaran tesis 'dunia lebih besar dari lima', yang telah saya dukung selama bertahun-tahun di mimbar ini,” ujar dia di Sidang Umum ke-75 PBB melalui tautan video, Selasa 22 September 2020.

Menekankan pentingnya meninjau mentalitas, institusi, dan aturan, untuk mencegah hilangnya reputasi organisasi internasional, Erdogan mengatakan nasib umat manusia tidak dapat diserahkan pada belas kasihan sejumlah negara.

“Kita harus menyediakan Dewan dengan struktur dan fungsi yang lebih efektif, demokratis, transparan, dan akuntabel. Begitu juga dengan Sidang Umum yang harus kita perkuat, yang mencerminkan kesadaran bersama masyarakat internasional," desaknya.

Menyinggung kebutuhan kerja sama global untuk masalah global seperti COVID-19, menurutnya, dunia harus berusaha menggunakan mekanisme kerja sama multilateral secara efektif.

“Kami telah berada di garis depan dalam upaya memerangi pandemi di G20, Dewan Turki, MIKTA, Organisasi Kerja Sama Islam, dan wadah lainnya," tutur Erdogan, menambahkan bahwa Turki telah memberikan bantuan ke 146 negara selama pandemi. Presiden Turki mengatakan bahwa penyediaan peralatan medis dan obat-obatan serta pengembangan vaksin seharusnya tidak menjadi masalah persaingan.

“Tidak peduli di negara mana mereka diproduksi, vaksin yang akan dibuat siap pakai harus ditawarkan untuk kepentingan umum umat manusia,” desaknya.

Erdogan mengatakan pandemi berdampak buruk pada dinamika konflik di seluruh dunia dan meningkatkan kerentanan. Ia menyayangkan bahwa seruan Sekjen PBB untuk gencatan senjata kemanusiaan global, yang juga didukung Turki, belum membuahkan hasil yang konkret.

"Kami mencari cara untuk menghilangkan ancaman terhadap negara dan kemanusiaan kami, dengan mengambil inisiatif apa pun jika diperlukan," katanya.

Berita Terbaru