Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Karawang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Hadirkan Saksi Meringankan, Kuasa Hukum Sebut Sabu Tidak Ditemukan Dalam Penguasaan Terdakwa

  • Oleh Naco
  • 23 September 2020 - 18:25 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sidang kasus narkoba dengan terdakwa Sarmansyah alias Isar, menghadirkan saksi meringankan yakni, Tio Purwanto yang merupakan menantu terdakwa dan M Heri Martono, ketua RT.

Saksi Tio mengatakan, saat pertama datang ke lokasi kejadian tidak melihat adanya saksi dari kepala desa. Di situ hanya ada 4 petugas dengan rincian 1 orang di luar dan 3 lainnya di dalam.

"Lalu saya diminta masuk ke rumah dan tidak berapa lama datang berdakwa dan dibawa ke kamar. Sementara saya tidak dibawa. Ketika itu tidak ada kepala desa atau saksi yang mengaku ikut menyaksikan penggeledahan," ucap Tio.

Selain itu, saksi juga menerangkan tidak melihat sabu tersebut ditemukan dalam badan terdakwa. Akan tetapi di kamar saat dilakukan penggeledahan tanpa disaksikannya yang ada di TKP saat itu.

Sabu itu, berdasarkan pengakuan terdakwa merupakan barang titipan Kacong yang tidak diketuai isinya. Nantinya, sabu itu akan ada yang mengambil. Tapi saat penggeledahan, baru diketahui kalau isinya sabu.

Pernyataan saksi ini menepis keterangan kepala desa sebelumnya yang mengaku datang ke lokasi menyaksikan proses penggeledahan dan datang sebelum adanya petugas.

Sementara itu, saksi ketua RT menerangkan saat penggeledahan tidak dihadirkan sebagai saksi. Padahal rumahnya tidak begitu jauh dari lokasi penggeledahan

"Saya tidak ada diikutsertakan dalam penggeledahan itu," ucap saksi.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum terdakwa, Mahdianur turut mempertanyakan alasan dipanggil menjadi saksi penggeledahan adalah kepala desa yang jarak rumahnya hampir 2 kilometer dari rumah terdakwa. Sementara ketua RT hanya berjarak sekitar 200 meter.

"Selain itu dari fakta persidangan sangat jelas terungkap apa yang menjadi dakwaan jaksa sebagaimana unsur Pasal 114 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kabur. Karena jelas barang itu ditemukan bukan dalam penguasaan terdakwa dan ditemukan dalam lemari," tegas Mahdianur

Terdakwa diamankan pada Minggu,19 April 2020, pukul 18.50 Wib, di rumahnya yang Jalan Padat Karya, Desa Tanjung Hara, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan.

Terdakwa pada saat didatangi petugas Polres Seruyan untuk dilakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan 9 paket sabu, 2 plastik klip kosong yang disimpan dalam satu kotak rokok, dan uang yang diduga hasil penjualan sabu sebesar Rp 650.000, serta satu ponsel. (NACO/B-11)

Berita Terbaru