Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Tana Tidung Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

KPAI: Peserta Didik dan Orangtua Minta Kuota Internet Umum Diperbesar

  • Oleh ANTARA
  • 27 September 2020 - 02:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta  - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan menerima pengaduan melalui aplikasi WhatsApp, Twitter dan Facebook terkait usulan perubahan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Usulan perubahan disampaikan karena kuota umum 5 GB dianggap kurang, sementara kuota belajar 30 GB berlebihan, bahkan berpotensi mubazir," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti melalui keterangan pers yang diterima ANTARA, Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa para pengadu hanya menyampaikan agar keluhan dan usulan mereka disampaikan kepada pengambil kebijakan di Kemdikbud.

Sementara itu, jumlah pengadu tersebut mencapai 50 orang per tanggal Jumat (25/9), terdiri dari siswa, guru dan orang tua yang melakukan pengaduan melalui media sosial, dan mayoritas pengadu adalah usia anak dengan jenjang pendidikan SMA/SMK.

Adapun wilayah pengadu cukup bervariatif, yaitu 24 persen berasal dari DKI Jakarta, 18 persen dari Jawa Barat, 16 persen dari Sumatera Barat, 8 persen dari Jawa Tengah, masing-masing 6 persen dari Riau dan Sumatera Utara, masing-masing 4 persen dari Banten dan Nusa Tenggara Barat, dan masing-masing 2 persen dari Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Papua.


Para pengadu tersebut, kata Retno, menganggap bahwa kebijakan kuota dari Kemdikbud kurang sesuai dengan kebutuhan PJJ karena paket kuota internet yang diberikan kepada peserta didik PAUD adalah 20 GB per bulan, tetapi dari jumlah tersebut kuota umumnya hanya 5 GB dan 15 GB sisanya kuota belajar yang kurang banyak dimanfaatkan. Sementara, kuota untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Komisioner KPAI kemudian menggali usulan dari para pengadu berbasis pada kebutuhan riil, dan KPAI juga mencoba memberikan pilihan usulan agar memudahkan analisis kebutuhan kuota PJJ menurut para pengadu.

Dari hasil analisis KPAI terhadap kebutuhan riil para guru dan siswa tersebut, Retno menyebutkan bahwa sekitar 2 persen pengadu mengusulkan agar kuota umum menjadi 10 GB kuota dan kuota belajar 25 GB.

Kemudian sebanyak 8 persen pengadu menginginkan kuota umum menjadi 15 GB dan kuota belajar 20 GB. Berikutnya 26 persen menginginkan kuota umum menjadi 20 GB dan dan kuota belajar 15 GB, sedangkan mayoritas pengadu atau sebanyak 40 persen di antaranya mengusulkan seluruh kuota yang diberikan adalah kuota umum agar bisa lebih fleksibel.

Sementara itu, 16 persen sisanya mengusulkan lainnya, seperti untuk aplikasi WhatsApp saja, 35 GB untuk kuota belajar saja, kuota unlimited, 75 persen kuota umum dan 25 persen kuota belajar, 50 GB kuota umum dan 50 GB kuota belajar dan ada juga yang mengusulkan subsidi seluruh provider agar internet murah dapat digunakan oleh semua rakyat Indonesia.

Berita Terbaru