Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sumba Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menyatukan Narasi Untuk Menghentikan Pandemi

  • Oleh ANTARA
  • 27 September 2020 - 16:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Jika dilihat kembali dari rentang kalender sejak pasien pertama diumumkan pada 2 Maret 2020, maka tujuh bulan wabah virus corona telah mencengkeram di Indonesia.

Entah kapan wabah ini akan berakhir. Tak satupun pihak bisa memastikannya setelah beragam prediksi dan perkiraan--dengan analisis angka-angka--ternyata meleset.

Bahkan analisis dan perkiraan dari pihak-pihak di luar negeri juga tidak terbukti. Hal itu menambah situasi berakhirnya pagebluk ini tidak pasti.

Apalagi grafik harian mengenai pertambahan pasien baru juga terus baik. Data harian memang fluktuatif; kadang turun tetapi sering naik dan secara kumulatif naik terus.

Simak data pertambahan pasien positif dalam 10 hari terakhir. Pada Kamis (17/9) bertambah 3.635 pasien, Jumat (18/9) 3.891, Sabtu (19/9) 4.168, Ahad (20/9) 3.989, Senin (21/9) 4.176, Selasa (22/9) 4.071, Rabu (23/9) 4.465 Kamis (24/9 4.634, Jumat (25/9) 4.823 dan
Sabtu (26/9) 4.494 kasus.

Dengan pertambahan 4.494, virus corona (COVID-19) telah menginfeksi 271.339 penduduk negeri ini sejak diumumkan 2 Maret 2020 atau tujuh bulan lalu. Dari jumlah itu, 61.628 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri dan 10.308 meninggal dunia.

Tetapi--jangan lupa--meskipun belum ada vaksinnya, jumlah pasien sembuh dari hari ke hari terus bertambah. Jumlah yang sembuh hingga Sabtu sudah hampir 200 ribu, tepatnya 199.403 orang atau sekitar 72 persen.

Masih Tinggi


Pertambahan kasus positif juga masih terjadi di DKI Jakarta. Pada Sabtu, kasus positif terpapar COVID-19 di Ibu Kota menembus angka 70.184 setelah mengalami pertambahan sebanyak 1.257 kasus.

Namun jumlah pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta juga terus meningkat. Pada Sabtu bertambah 998 orang sehingga jumlah pasien sembuh telah sebanyak 55.350 orang.

Jumlah pasien sembuh tersebut adalah sekitar 78,9 persen dari total kasus positif sebanyak 70.184 orang. Sebanyak 13.155 orang masih dirawat/isolasi serta 1.679 meninggal dunia.

Persentase rata-rata kasus positif berdasarkan jumlah tes (positivity rate) COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangan kasus pada Sabtu sebesar 10,9 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,8 persen.
 
Batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lebih dari lima persen untuk masuk dalam kategori suatu kawasan aman.

Angka-angka itu menunjukkan bahwa penularan virus yang bermula dari Wuhan (China) itu masih terjadi secara masif. Bahkan sejak tujuh bulan lalu.

Dari tujuh bulan selama wabah ini, enam di antaranya masyarakat Jakarta hidup di bawah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10 April. Kemudian diperpanjang beberapa kali hingga akhir Mei 2020.

PSBB Lagi

Berita Terbaru