Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Minahasa Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemerintah akan Usut Tuntas Penembakan Pendeta Yeremia

  • Oleh Teras.id
  • 29 September 2020 - 11:11 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mendukung investigasi independen atas insiden penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

Pemerintah pun telah membentuk tim investigasi yang akan bekerja sama dengan pihak gereja, masyarakat adat dan pemerintah daerah untuk menemukan pelaku penembakan.

"Tindakan semena-mena ini tidak bisa dibiarkan, harus mendapatkan perhatian serius, dan diusut tuntas secara transparan dalam waktu yang singkat," ujar Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 28 September 2020.

Jaleswari mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga hak keadilan dari almarhum sebagai warga negara Indonesia.

Siapa pun pihak yang bersalah akan ditindak tegas. Pendeta Yeremia Zanambani, Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), meninggal diduga karena ditembak pada Sabtu petang, 19 September 2020.

Pendeta di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua itu ditembak di dekat kandang babi miliknya. Jaleswari menyampaikan rasa duka atas wafatnya pendeta Yeremia.

"Atas nama pemerintah Indonesia saya ucapkan rasa duka yang mendalam atas wafatnya pendeta Yeremia Zanambani. Almarhum merupakan tokoh masyarakat yang sudah banyak berbuat melayani warga Papua," ujarnya.

Pemerintah juga turut berduka atas tewasnya para prajurit TNI serta warga sipil. Prajurit TNI yang meninggal adalah Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar Utomo serta warga sipil Laode Anas, Bahdawi dan Fatur Rahman yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Atas kejadian tersebut, kata Jaleswari, pemerintah akan melakukan pendampingan dan bantuan yang dibutuhkan kepada keluarga yang ditinggalkan. Jaleswari juga mengajak masyarakat tidak terhasut dan terprovokasi atas insiden ini.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap tenang dan bersama-sama menjaga perdamaian di tanah Papua," katanya.

Berita Terbaru