Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Banjarmasin Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Inti Plasma Berikan Manfaat untuk Petani

  • Oleh Testi Priscilla
  • 30 September 2020 - 21:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat atau ASPEKPIR, Setiyono mengatakan bahwa Inti Plasma sebenarnya memberikan manfaat kepada dua pihak dalam artian simbiosis mutualisme. Yakni kepada perusahaan maupun masyarakat petani.

Hal tersebut dikatakan Setiyono saat menjadi salah satu narasumber dalam program Indonesia Bicara yang diselenggarakan Media Indonesia dengan tema "Inti Plasma Sektor Perkebunan" secara live streaming, Rabu, 30 September 2020.

"Manfaat untuk masyarakat petani yang mendapat plasma dari perusahaan maupun pemerintah ialah dalam teknis penanaman kebun, misalnya tidak ada istilah lagi yang namanya salah bibit atau teknis. Bahkan disiapkan lahan yang clean and clear oleh pemerintah," tuturnya.

Perlu diketahui, Undang-undang Perkebunan dan peraturan pelaksanaannya mengamanatkan kewajiban kemitraan inti plasma. Perkebunan besar negara dan perkebunan besar swasta wajib menyediakan perkebunan plasma untuk rakyat sebesar minimal 20 persen.

Kemitraan inti plasma menjadi semacam simbiosis mutualisme, bersifat pareto improvement, yakni memberi manfaat bagi semua, baik petani atau perkebunan rakyat, perusahaan perkebunan swasta dan negara serta pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan.

Sementara itu, kegiatan yang dipandu Ketua Dewan Redaksi Media Group, Usman Kansong ini menghadirkan enam narasumber, yakni Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, lalu ada Direktur CECT Trisakti, dan MM Suistanability, Maria R Nindita Radyati,

Kemudian, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat atau ASPEKPIR, Setiyono, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau APKASINDO, Gulat Manurung, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute atau PASPI, Tungkot Sipayung, serta Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Edi Martono. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru