Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. OKU Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Balai TNTP Akan Terjunkan Petugas Khusus Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 01 Oktober 2020 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wisata Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) akan segera dibuka kembali ditengah pandemi Covid-19, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Oleh sebab itu, Balai TNTP akan menerjunkan petugas khusus untuk mengawasi wisatawan agar disiplin protokol kesehatan.

Di mana sebelumnya, pada Rabu, 30 September 2020. Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Murlan Dameria Pane, mendampingi tim verifikasi dari Satgas Covid-19 Kobar. Melihat kesiapan TNTP dalam menyediakan infrastruktur untuk penerapan protokol kesehatan.

Menyikapi rencana akan dibukannya TNTP, namun dengan syarat penerapan protokol kesehatan, Kepala Balai TNTP Murlan Dameria Pane mengungkapkan bahwa pihaknya telah siap, serta untuk pengaturan wisatawan dalam penerapan disiplin protokol kesehatan covid-19. Pihkanya telah mengantisipasinya dengan mengerahkan lebih banyak petugas di lapangan.

"Untuk pengaturan petugas kami juga sudah malakukan antisipasi, karena tidak seperti sebelum ada covid-19. Artinya kami akan memerlukan lebih banyak petugas, karena setiap titik harus ada yang diawasi. Jangan sampai nanti ada kelalaian pengunjung tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker," ujarnya dalam rilisnya, Kamis, 1 Oktober 2020.

Selain itu, dalam mengantisipasi menumpuknya pengunjung, pihkanya akan membatasi jumlah pengunjung pwrharinya serta membatasi waktu kunjungan.


"Waktunya nanti kita tentukan, agar saat melihat orangutan tidak terjadi penumpukan. Sehingga tetap bisa menerapkan physical distancing," ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan tidak hanya pengunjung tetapi juga petugas. Jangan sampai nanti mendisiplinkan pengunjung tetapi petugas lalai.

"Jadi kita sama - sama melaksanakan protokol kesehatan. Tentunya hal ini semua untuk pengamanan, jangan sampai wisata ini jadi klaster baru covid-19," pungkasnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru