Software Manajemen Relawan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengusaha Batik Optimalkan Penjualan Daring Selama Pandemi

  • Oleh ANTARA
  • 02 Oktober 2020 - 19:35 WIB

BORNEONEWS, Solo  - Sejumlah pengusaha batik di Kota Solo memilih untuk mengoptimalkan penjualan secara daring selama pandemi COVID-19 mengingat masyarakat enggan untuk berbelanja secara langsung baik ke pasar maupun toko.

"Saya banyak lewat 'online' dan 'reseller'. Paling banyak ke Jakarta, nanti 'reseller' sendiri yang menitipkan ke beberapa toko," kata salah satu pengusaha batik asal Kota Solo Wahyu Irmiasti di Solo, Jumat.

Meski sempat mengalami penurunan penjualan selama pandemi, dikatakannya, saat ini penjualan sudah lebih baik terutama untuk pakaian batik rumahan seperti daster. Selain itu, ia juga mengembangkan diferensiasi produk miliknya, yaitu masker batik.

"Penjualan cukup bagus, kalau daster mungkin karena orang butuh lebih banyak baju rumahan selama pandemi ini. Otomatis kan aktivitas mereka di luar rumah sangat sedikit. Untuk daster sendiri dalam satu bulan saya bisa memproduksi hingga 200 potong," katanya.

Pengusaha lain Gunawan Nizar juga mengakui selama pandemi COVID-19 ini penjualan turun drastis, bahkan bisa mencapai 90 persen.


Ia mengatakan status Jakarta yang sampai saat ini masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ikut mempengaruhi penurunan penjualan batik di Kota Solo mengingat Jakarta menjadi salah satu barometer pasar dalam negeri.

"Memang sejak pandemi lebih banyak yang 'online', tetapi sejak beberapa waktu terakhir sudah mulai ada beberapa pembeli yang datang ke outlet-outlet kami," katanya.

Selain itu, meski mengalami penurunan, Kampung Laweyan yang saat ini masih menyisakan sekitar 40 pembatik juga masih beraktivitas.

"Memang beberapa perajin masih memproduksi seragam, ekspor juga masih ada beberapa, tetapi kondisinya tidak sama jika dibandingkan sebelum pandemi," kata Wakil Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan tersebut.

Bahkan, biasanya di jelang Hari Batik yang jatuh pada hari ini, Kampung Batik Laweyan sudah dipenuhi konsumen baik yang berasal dari dalam maupun luar kota.

Berita Terbaru