Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Gunung Kidul Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tuding Agen Militer, Trump Target Cabut 4 Ribu Visa Pelajar Cina di AS

  • Oleh Teras.id
  • 03 Oktober 2020 - 10:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak mengeluarkan visa pelajar bagi sebagian warga Cina. Alasannya, mereka dianggap mengancam keamanan nasional AS.

"Ini adalah pendekatan yang akurat," kata Wakil Penasihat Keamanan Gedung Putih, Matt Pottinger, dalam sebuah acara yang digelar daring, Rabu waktu setempat, 30 September 2020.

Pottinger adalah satu di antara sosok utama dalam perkembangan kebijakan Amerika Serikat terhadap Cina di era Presiden Trump saat ini. Seperti diketahui AS dan Cina terlibat bentrok dalam serangkaian masalah, mulai dari perdagangan, hak asasi manusia, hingga soal Hong Kong dan asal usul pandemi virus corona Covid-19.

Pottinger mengatakan, sekitar satu persen dari 400 ribu pelajar atau mahasiswa Cina di AS saat ini telah menjadi target untuk tindakan menghalangi upaya Beijing mengumpulkan teknologi dan informasi lainnya dari Amerika. Mereka disebut Pottinger terhubung dengan militer, "Yang dalam beberapa kasus berada di AS di bawah alasan atau bahkan identitas palsu."

Dia menambahkan bahwa orang-orang yang ditarget tersebut telah datang ke AS untuk sengaja mendapatkan akses kepada teknologi yang akan berguna bagi kemajuan militer Cina atau terhadap represi atas rakyat di dalam negeri. Namun Pottinger menyebutkan kalau mayoritas pelajar atau mahasiswa Cina adalah orang-orang yang diterima dengan senang di Amerika. "Banyak yang akan tinggal di sini dan memulai bisnis yang hebat."

Tindakan AS terhadap para pelajar Cina berlangsung saat hubungan antara kedua negara anjlok ke titik terendah dalam beberapa dekade, menjelang upaya Trump untuk terpilih kembali pada pilpres 3 November.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan sepanjang September ini visa bagi lebih dari 1.000 pelajar dan peneliti Cina yang dianggap menimbulkan risiko keamanan telah dicabut. Cina menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Namun Washington mengatakan tindakan itu merupakan tindak lanjut dari pernyataan Trump pada 29 Mei, sebagai tanggapan atas pembatasan Cina pada demokrasi di Hong Kong. 

Banyaknya mahasiswa Cina yang belajar di Amerika Serikat mendatangkan pendapatan yang signifikan bagi universitas-universitas AS, meskipun pandemi Covid-19 sangat mengganggu kegiatan kembali ke kampus pada musim gugur ini.

TERAS.ID

Berita Terbaru