Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lombok Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jokowi: Lumbung Pangan di Kalteng Seluas 30 Ribu Hektare

  • Oleh ANTARA
  • 08 Oktober 2020 - 18:35 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada lahan seluas 30 ribu hektare yang akan digarap menjadi food estate atau lumbung pangan di dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Totalnya di Provinsi Kalimantan Tengah untuk 2020 adalah 30 ribu hektare," kata Presiden Jokowi  saat meninjau food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis.

Presiden Jokowi meninjau lumbung pangan berikut penanaman padi, keramba ikan, serta peternakan bebek, yang terletak di Kecamatan Pandih Batu dengan didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan pejabat terkait lainnya.

"Yang di kabupaten Pulang Pisau akan dikembangkan 10 ribu hektare dan di Kabupaten Kapuas akan dikerjakan 20 ribu hektare, akan mulai dikerjakan pada 2020," tambah Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, food estate itu tidak hanya ditanami padi.


"Seperti yang kita lihat di sini tadi misalnya untuk pemupukan kita pakai drone, membajak sawah kita memakai traktor apung, ini traktor khusus. Saya tanya tadi 1 hari bisa berapa hektare' operator traktor menjawab 2 hektare. Ini adalah sebuah kecepatan karena yang akan kita kerjakan adalah sebuah hamparan yang sangat luas," ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menekankan bahwa dibutuhkan mekanisasi alat-alat modern untuk dapat mencapai kecepatan yang diinginkan.

"Kita juga di sini mengkombinasikan padi yang ditanam di sawah, di pinggirnya ditanam jeruk, ada lagi di pinggir di sisi ini ada bawang merah dan kelapa. Kita harapkan hasil yang dihasilkan bukan hanya padi, tapi juga jeruk, kelapa plus bawang merah tadi," tambah Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, karena airnya melimpah tersedia di kabupaten Pulang Pisau, maka juga akan dimulai budi daya ikan di keramba.

"Akan kita lihat dalam hasilnya mungkin 3-4 bulan seperti apa," tambah Presiden.

Berita Terbaru